H-4 Nataru, penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatra capai 195 Ribu

JAKARTA, Cendana News – Berdasarkan data Posko Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) cabang Merak selama 24 jam (periode 21 Desember 2022 pukul 08.00 WIB hingga 22 Desember 2022 pukul 08.00 WIB) atau H-4, diketahui bahwa realisasi total penumpang yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni mencapai 41.852 orang atau naik 7 persen persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 39.193 orang.

Sementara total seluruh kendaraan tercatat 9.365 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada H-5 atau naik 8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.702 unit. Adapun jumlah kapal yang beroperasi tercatat sebanyak 31 unit.

Sedangkan secara keseluruhan, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra mulai dari H-8 hingga H-4 tercatat 195.042 orang atau naik 7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 181.603 orang.

Adapun untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 32.931 unit, tidak jauh berbeda dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 32.966 unit.

Sebaliknya, data Posko Bakauheni pada H-4 (24 jam) tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 31 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 32.710 orang atau naik 42 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 22.999 orang.

Total seluruh kendaraan tercatat 8.085 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-4 atau naik 27 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 6.380 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mulai dari H-8 hingga H-4 tercatat 174.101 orang atau naik 43 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 121.618 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 62.329 unit atau naik 27 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 49.144 unit.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (persero), Ira Puspadewi, mengatakan bahwa pihaknya telah membuka penjualan tiket ferry periode Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) sejak 60 hari sebelumnya, sehingga masyarakat diimbau agar melakukan reservasi tiket jauh-jauh hari sehingga perjalanan lebih terjamin, lebih aman, tidak perlu mengantre, dan pastinya lebih nyaman.

ASDP pun meminta pengguna jasa, khususnya di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk agar membeli tiket online secara mandiri hanya di Website Ferizy, Aplikasi Ferizy, atau di mitra resmi ASDP, yaitu: Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Agen BRILink, Agen Finpay (Delima Point), dan Agen BNI46. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan tiket dan memperlancar pelayanan di pelabuhan.

Pengguna jasa, lanjut Ira, yang telah membeli tiket untuk mengatur waktu di hari H agar tidak terlambat dan melakukan check in dua jam sebelumnya. Tiket akan expired jika melewati waktu jadwal masuk pelabuhan. Apabila tiba di pelabuhan belum bertiket, maka kendaraan akan diputar balik keluar pelabuhan.

“Jangan lupa saat membeli tiket via online, pastikan pengguna jasa mengisi daftar penumpang dalam kendaraan secara tepat dan lengkap, termasuk data kendaraannya. Ini penting terkait hak asuransi setiap penumpang dan memperlancar proses perjalanan,” tuturnya, pada Kamis (22/12/2022).

Menurut Ira, pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan prima kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan khususnya di masa Angkutan Nataru 2022/2023, terutama di lintasan tersibuk Merak – Bakauheni yang menghubungkan dua pulau besar, Jawa dan Sumatera.

Ia menegaskan, manajemen telah melakukan persiapan dan antisipasi layanan Nataru tahun ini, bahkan persiapan tersebut langsung dilaksanakan tidak lama setelah penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2022 pada Mei 2022 selesai.

“Kami bergerak cepat, selesai perhelatan Lebaran lalu, kami segera berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Timur, Kakorlantas Polri, Kapolda Banten, Kapolda Lampung, Kapolda Jawa Timur, Kapolda Bali, Kadishub Provinsi Jawa Timur, untuk membahas kesiapan layanan Nataru,” tutur Ira, seperti dimuat InfoPublik.

Selain itu, ASDP juga telah melakukan peningkatan kapasitas pelabuhan dan kapal, serta penerapan sistem operasional terkait pengaturan kendaraan melalui mekanisme delaying system. “Delaying system dilakukan sebagai langkah filterisasi kendaraan pengguna jasa di sejumlah Rest Area sebagai lokasi bufferzone,” ujarnya.

Foto: ASDP

Lihat juga...