Yogyakarta – Bantuan sektor perikanan dan Kelautan seperti salah satunya alat mesin kapal tempel 30 PK dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai dirasakan manfaatnya oleh kelompok nelayan di Kabupaten Bantul.
Mesin tersebut dinilai dapat meningkatkan kemampuan nelayan melaut, terutama saat menghadapi gelombang yang cukup tinggi.
Bantuan diserahkan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto dalam rangkaian kunjungan reses di Bantul, Senin (10/8/2026).
Salah satu penerima bantuan adalah Wibowo dari Kelompok Nelayan Pantaibaru, Bantul. Ia mengatakan selama ini kelompoknya lebih banyak menggunakan mesin tempel berkapasitas 15 PK.
Menurut Wibowo, mesin tersebut memiliki keterbatasan ketika nelayan harus menghadapi gelombang tinggi. Mesin kerap tidak cukup kuat untuk mendorong perahu sehingga nelayan kesulitan keluar maupun masuk ke wilayah perairan.
“Biasanya pakai yang 15 PK. Tidak bisa mengejar ombak, tidak kuat. Kalau pakai yang lama susah masuk ke laut saat gelombang cukup tinggi. Dengan yang 30 PK lebih kuat,” kata Wibowo.
Selain meningkatkan kemampuan perahu menghadapi gelombang, mesin baru tersebut juga diharapkan meningkatkan kapasitas angkut hasil tangkapan.
Wibowo menjelaskan, selama ini kelompok nelayan menggunakan perahu dengan ukuran sekitar 110 sentimeter dan mampu membawa hasil tangkapan sekitar 7-8 kuintal ikan.
Dengan mesin tempel 30 PK, kapasitas angkut perahu diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 1 ton.
“Biasanya pakai perahu ukuran 110 sentimeter. Kapasitas ikan 7-8 kuintal. Kalau pakai mesin baru ini kapasitas bisa 1 ton,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memberikan dampak terhadap pendapatan keluarga nelayan.
“Terima kasih banyak pada ibu Titiek Soeharto atas bantuannya,” kata Wibowo.
Puluhan Bantuan untuk Sektor Perikanan
Bantuan mesin tempel tersebut merupakan bagian dari paket bantuan sektor perikanan yang disalurkan melalui aspirasi Titiek Soeharto di Kementerian KKP.
Selain 10 unit mesin kapal tempel 30 PK, bantuan yang diberikan meliputi 33 unit cool box, lima unit freezer, dua kelompok inkubasi bisnis, dan dua paket peralatan pengolahan ikan.
Bantuan lainnya berupa 450 ribu ekor benih ikan air tawar, 790 ekor ikan air tawar, dua paket bioflok, satu unit mesin pakan, serta 215 unit alat penangkap ikan.
Titiek mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk mendukung peningkatan produktivitas usaha dan kesejahteraan masyarakat perikanan di Bantul.
Ia meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Bantuan ini adalah aset bersama yang harus dipelihara agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Titiek.
Ia juga meminta penyuluh perikanan terus mendampingi kelompok penerima. Pendampingan dinilai penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan produktivitas nelayan.
Titiek berharap bantuan tersebut dapat memperkuat kelembagaan kelompok sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat penerima.