Ponpes Al-Imdad Turut Serta Jaga Keamanan Dan Kondusifitas Selama Ramadhan

Sejumlah santri di Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul tengah menyambut buka puasa Ramadhan

 

YOGYAKARTA Cendana News — Sejumlah Pondok Pesantren punya cara tersendiri untuk menjaga keamanan dan kondusifitas lingkungan pondok masing-masing. Tak terkecuali selama bulan Ramadhan, serta saat memasuki masa libur lebaran atau hari raya Idul Fitri.

Seperti dilakukan Pondok Pesantren Al-Imdad yang terletak di desa Guwosari Pajangan Bantul Yogyakarta. Pimpinan Ponpes Al-Imdad KH Drs Habib A Syakur, M.Ag. mengaku mendorong para santrinya untuk menjaga keamanan secara mandiri lingkungan ponpes.

Salah satunya dengan menugaskan para santri untuk menjaga pos keamanan secara bergiliran, yang terletak di pintu masuk utama menuju ponpes. Diharapkan dengan cara ini, setiap pengunjung atau tamu dapat termonitor sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ponpes Al-Imdad sendiri merupakan salah satu Pondok Pesantren modern yang ada di wilayah Bantul. Memiliki ratusan santri dari berbagai daerah, Ponpes Al Imdad I berada di Wijirejo Pandak Bantul yang dikhususkan bagi santri putri. Sementara ponpes Al Imdad II berada di Guwosari Pajangan Bantul yang dikhususkan bagi santri putra.

“Total santri kita ada sekitar 450 orang. Baik itu yang duduk di bangku MTs, MA, ataupun masuk perguruan tinggi,” katanya.

Sampai dengan saat ini seluruh santriwan maupun santriwati Ponpes Al Imdad masih melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Mereka baru akan diliburkan untuk merayakan hari raya idul Fitri pada tanggal 14 April 2023 mendatang. Dan diminta kembali ke pondok pada tanggal 2 Mei 2023.

“Selama masa libur santri itu, kita tetap memperhatikan keamanan pondok. Salah satunya dengan menempatkan santri secara bergiliran di pos keamanan, untuk menjaga keluar masuk pengunjung,” ungkapnya.

Sebagai salah satu tokoh atau pemuka agama terkemuka di wilayah Bantul, KH Habib A Syakur juga menegaskan komitmennya untuk senantiasa turut serta dalam menjaga keamanan dan kondusifitas masyarakat khususnya di bulan Ramadhan.

Hal itu dilakukan diantaranya adalah dengan saling menjaga komunikasi, silaturahmi dan mendukung satu sama lain. Baik itu antara umat muslim dan non-muslim, maupun antar golongan umat muslim itu sendiri.

“Kita selalu berkomunikasi satu sama lain. Dan alhamdulillah, situasinya selalu kondusif,” ungkapnya.

Selama ini pihaknya juga mengaku tak pernah berhenti berkomunikasi dan bekerja sama dengan pihak terkait, khususnya pihak aparat berwenang. Ia juga mengungkapkan raaa terimakasihnya kepada pihak aparat yang selama ini selalu memberikan perhatian lebih kepada para santri-santrinya.

“Kita selalu mendukung setiap kerja aparat dalam menjalankan tugasnya, yakni menjaga keamanan dan kondusifitas di wilayah Yogyakarta,” katanya.

 

 

Lihat juga...