Berkeliaran Saat Jam Kerja, Disiplin ASN di Sikka Dipertanyakan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur menyoroti kedisiplinan dari  sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih berkeliaran di saat jam kerja.

Kepala Inspektorat kabupaten Sikka Robertus da Silva saat memberikan keterangan ke wartawan, Jumat (11/10/2019). Foto : Ebed de Rosary

“Sebagai masyarakat kami menyesalkan banyak ASN yang tidak hadir tepat waktu di kantor. Bahkan banyak ASN yang menjemput anak sekolah dan mondar-mandir di areal pertokoan saat jam kerja,” kata Ferdinandus Nong, warga kota Maumere, kabupaten Sikka, Jumat (11/10/2019).

Ferdi meminta agar Satpol PP Sikka bertindak tegas dan melakukan razia terhadap ASN yang tidak disiplin. Hal ini harus dilakukan agar memberi efek jera dan membuat ASN lebih disiplin lagi.

“Sebagai ASN mereka harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Harus masuk kerja sesuai jadwal yang telah ditentukan sehingga bisa memberikan pelayanan bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepala Inspektur kabupaten Sikka, Robertus da Silva menyebutkan, saat memimpin apel khusus bagi ASN yang tidak disiplin di Wuring, Kamis (11/10/2019), masih banyak ASN yang tidak menghadiri apel tanpa keterangan.

Dari 157 orang ASN kategori indipliner, hanya 30 orang yang hadir. Sisanya tidak hadir tanpa berita.

“Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memberi pembinaan untuk stafnya yang tidak disiplin,” tegas Roby.

Roby sapaannya mengingatkan, apel ASN merupakan bagian dari urusan pemerintahan. Saat apel itu, bupati dan wakil bupati maupun Sekda melakukan evaluasi kerja selama satu pekan.

Disiplin pegawai sebutnya, mencakup semua aspek termasuk apel dan masuk keluar kantor. Untuk itu ASN harus mematuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan.

Dia juga mengingatkan agar apel pembinaan yang dilaksanakan merupakan apel yang terakhir dalam cacatan harian bagi ASN bersangkutan. Ke depannya ASN harus memperbaiki kinerja dan lebih disiplin.

Lihat juga...