Waspadai Bahaya Neo Komunis yang Bangkit Kembali
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PURWOKERTO — Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Akhmad Darmawan menyerukan kepada seluruh generasi muda untuk mewaspadai bangkitnya kembali neo komunis di bumi Indonesia. Tanda-tanda kebangkitan sudah banyak bermunculan, salah satunya adalah banyaknya ulama yang diperkusi.
Pernyataan tersebut disampaikan Akhmad Darmawan d isela-sela acara nonton bareng film G30S/PKI bersama ribuan mahasiswa UMP di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Senin (30/9) malam.
Menurutnya, generasi muda, termasuk para mahasiswa UMP harus lebih memahami nilai-nilai Pancasila, untuk membentengi bangsa ini dari bahaya neo komunis.
“Bangsa ini pernah diciderai dan dikhianati oleh PKI. Sekarang keprihatinan kembali muncul, akan kemungkinan bangkitnya kembali ideologi komunis di negeri ini. Tanda-tanda yang muncul hampir sama dengan kondisi tahun 1965, dimana Islam dibenturkan dengan kekuatan lain, banyak ulama yang diperkusi dan lain-lain,” terangnya.
Untuk mencegah bangkitnya neo komunis, generasi muda harus diberi pemahaman yang tuntas tentang Pancasila.
Akhmad menyebut, pada dasarnya motif dari semua gerakan tersebut adalah motif ekonomi.
“Indonesia itu kaya raya, negeri yang gemah ripah loh jinawi, namun kita dikepung oleh perang kepentingan dari berbagai pihak,” tuturnya.

Menurutnya, UMP sebagai bagian integral dari bangsa ini mempunyai tanggung jawab dalam pendidikan mahasiswa dan membangun rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa.
“Pada malam hari ini, kami bersama-sama tokoh masyarakat dan TNI, memberikan sarana dan peluang kepada mahasiswa melihat sejarah melalui film ini. Kami yakin tontonan ini akan memberikan tuntunan kepada genarasi muda, sehingga mereka paham betul negara ini mengalami sejarah kelam supaya mahasiswa sebagai penerus bangsa memahami sejarah ini, agar sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali,” kata Akhmad Darmawan.
Dalam acara nobar film G 30 S/PKI, Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Chandra mengatakan, pemberontakan tahun 1965 merupakan fakta sejarah, dimana ada gerakan ingin mengganti Pancasila. Menurutnya, bahaya laten tersebut jangan sampai diberi ruang untuk tumbuh di Indonesia.
“Acara nonton bareng yang dilanjutkan dengan seminar kebangsaan ini, merupakan salah satu upaya untuk memperkuat rasa nasionalisme di kalangan generasi muda dan UMP memotori kegiatan ini,” katanya.
Acara nobar berlangsung seru, ribuan mahasiswa tampak hanyut mengikuti alur cerita film G 30 S/PKI. Tak hanya kursi di lantai satu, bagian tribun juga dipenuhi mahasiswa yang ikut nobar.