Kenali Penyebab Jantung Koroner
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian di Indonesia adalah jantung koroner. Sehingga perlu dipahami, hal-hal yang menyebabkan serangan jantung koroner dan cara menanggulanginya. Ahli jantung, dr. Hengky Gosal, SpPD-KKV, FINASIM, menjelaskan, serangan jantung koroner terjadi saat pasokan darah yang kaya oksigen terhambat oleh plak pada pembuluh darah jantung atau arteri koroner.
“Plak ini dapat terbentuk sejak usia muda. Makin bertambah usia, risiko yang terjadi sebagai akibat adanya plak ini makin tinggi. Jika tidak diambil tindakan, plak akan menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah dan mengganggu kelancaran aliran darah,” kata Hengky, saat ditemui di salah satu RS Swasta di area Jabodetabek, tempatnya bertugas, Rabu (28/8/2019).
Gaya hidup, menurut Hengky, adalah faktor utama dari penyebab penyakit jantung. “Merokok termasuk faktor utama. Menurut penelitian, para perokok memiliki risiko 24 persen lebih tinggi dibandingkan bukan perokok, untuk terkena penyakit jantung koroner,” ucap Hengky.
Tingkat kolesterol LDL pada tubuh, juga mampu meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. “Kolesterol yang lebih umum disebut kolesterol jahat, memiliki kecenderungan lebih mudah menempel di dinding arteri, dan menyebabkan penyumbatan,” ujar Hengky, lebih lanjut.
Ia melanjutkan, bahwa penderita diabetes dan pengidap tekanan darah tinggi, memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar jantung koroner.
“Kalau punya diabetes, risiko terkena bisa dua kali lipat. Sama dengan penderita tekanan darah tinggi, memiliki risiko terkena jantung koroner. Tekanan darah tinggi ini maksudnya, siastoliknya mencapai 130 mmHg dan diastolik di 80 mmHg,” papar Hengky.
Penyebab lainnya adalah penggumpalan darah. Karena kondisi penggumpalan ini akan menghambat suplai darah ke jantung.
“Untuk menghindari serangan jantung koroner, orang harus mengubah gaya hidupnya. Olah raga adalah hal yang wajib dilakukan,” ucap Hengky.
Pola makan sehat, tidak merokok, menjaga berat badan ideal dan menjaga tekanan darah, menurut Hengky, merupakan cara lain yang harus dilakukan untuk mencegah terkena penyakit jantung koroner.
“Yang terakhir, cukup istirahat dan jangan stres. Kurangnya kualitas tidur, menurut penelitian, mampu meningkatkan potensi risiko terkena jantung koroner,” pungkasnya.