Kemenkes Imbau Semua Pihak Galakkan Inisiasi Menyusui Dini

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengimbau semua pihak untuk mendorong kegiatan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Karena IMD akan membantu keberhasilan tahapan menyusui selanjutnya.

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MQIH, menjelaskan, bahwa IMD ini direkomendasikan dilakukan langsung setelah ibu melahirkan hingga waktu selang waktu satu jam.

“Jadi setelah melahirkan, dibersihkan secukupnya, bayi langsung diletakkan di dada atau perut ibu. Sehingga bayi akan secara alami mencari puting ibunya untuk menyusui,” kata dr. Kirana, saat temu media di Kementerian Kesehatan Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Kegiatan IMD ini menurut penelitian memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibunya. Yang utama adalah bayi memiliki kesempatan untuk mendapatkan kolostrum.

“Keuntungan lainnya adalah IMD ini akan membantu keberhasilan ASI eksklusif. Dan juga mengurangi angka kematian bayi. Jadi kita mendorong hal ini, sebagaimana juga pesan presiden bahwa tidak boleh ada lagi kematian bayi,” ujar dr. Kirana lebih lanjut.

Menurut data Riskesdas 2018, terjadi peningkatan angka IMD di semua provinsi dibandingkan laporan pada tahun 2013.

“Angka tahun 2013 itu 34,5. Terjadi peningkatan menjadi 58,2 pada tahun 2018,” kata dr. Kirana seraya menunjukkan tabel laporan IMD dari semua provinsi.

Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Wiyarni Pambudi, menjelaskan, bahwa IMD ini banyak berhasil di puskesmas.

“Karena kebanyakan proses kelahiran di puskesmas itu normal maka 10 tahapan IMD ini lebih banyak berhasil di puskesmas,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, besarnya peran ayah juga mendorong ibu untuk lebih nyaman saat proses kelahiran dan juga menjadi lebih mudah untuk melakukan proses pasca-kelahiran.

“Ayah milenial cenderung lebih aktif dibandingkan ayah dari generasi sebelumnya. Mereka akan lebih aktif dalam membantu istrinya dan biasanya juga bisa mendampingi saat proses kelahiran,” katanya lagi.

Pemahaman dan juga kerjasama semua pihak inilah, menurut dr. Wiyarni,  meningkatkan proses IMD.

Lihat juga...