Krisis Air Bersih di Banyumas Meluas
Editor: Koko Triarko
BANYUMAS – Memasuki awal bulan Juli ini, krisis air bersih terus meluas di wilayah Kabupaten Banyumas. Hingga akhir Juni kemarin, baru 8 desa yang mengalami kesulitan air bersih, dan pada pekan pertama bulan Juli ini, tercatat sudah 12 desa krisis air bersih.
Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Poerwanto, mengatakan, permintaan droping air bersih terus mengalir. Sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan droping air bersih di 12 desa yang tersebar di 9 kecamatan.
“Dalam sepekan ini, ada penambahan permintaan droping air dari empat desa, yaitu Desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh, Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok dan Desa Buniayu, Kecamatan Tambak,” jelas Ariono, Jumat (5/7/2019).

Sebelumnya, dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cilongok dan Tambak, belum mengajukan permintaan droping air bersih. Sehingga total ada penambahan droping air bersih pada empat desa dan dua kecamatan.
Dari data BPBD Banyumas, desa yang paling banyak mendapatkan suplai air bersih, yaitu Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, yang sudah enam kali mendapat droping air bersih dan Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas yang sudah lima kali mendapat droping air bersih. Dua desa tersebut mengalami krisis air bersih lebih awal dibanding wilayah lain.
“Kalau desa lain, seperti Desa Karanganyar di Kecamatan Patikraja, kemudian Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, rata-rata baru 2-3 kali mendapatkan droping air bersih. Warga masih bisa memanfaatkan sumber-sumber air di desanya, seperti mata air atau belik, serta sumur yang masih menyisakan air,” tuturnya.
Dari 12 desa tersebut, total kepala keluarga (KK) yang mengalami krisis air bersih ada 3.150 KK, atau 10.876 jiwa. BPBD Banyumas total sudah melakukan droping air sebanyak 36 tangki, dengan kapasitas per tangki 5.000 liter. Sehingga total sudah 180.000 liter air bersih yang didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Ariono meyakini, kemungkinan masih ada beberapa desa yang juga mengalami kesulitan air bersih, namun belum mengajukan permintaan droping air ke BPBD. Mereka mendapatkan suplai air dari pihak lain, seperti BUMN atau ormas yang peduli dan melakukan droping air.
Polres Banyumas juga beberapa kali sudah menyalurkan bantuan droping air bersih ke beberapa desa.
“Kalau ada pihak ketiga yang ikut berpartisipasi membantu air bersih, tentu kami sangat berterima kasih, karena bagaimana pun armada dan tenaga yang kami miliki terbatas,” pungkasnya.