Pertamina Siagakan 37 SPBU di Jalur Mudik dan Wisata
Editor: Koko Triarko
BALIKPAPAN – Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) VI Kalimantan, menyiagakan 37 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik dan wisata, untuk beroperasi selama 24 jam mulai dari H-7 hingga H+3 Lebaran.
SPBU yang beroperasi tersebut, untuk di Kalimantan Timur terdapat 13 SPBU, Kalimantan Tengah 7 SPBU, Kalimantan Selatan 16 SPBU, dan 11 SPBU untuk Kalimantan Barat.
“SPBU yang disiagakan itu berada di jalur strategis. Diintruksikan untuk mempunyai buffer stock, sehingga tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU,” ucap General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Boy Frans J Lapian, saat memberikan keterangan kepada media, Senin (27/5/2019).
Boy menjelaskan, SPBU itu disiagakan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh bahan bakar saat melakukan mudik dan berkunjung ke destinasi wisata di Kalimantan.
“Upaya lain yang dilakukan Pertamina MOR VI adalah menyiapkan tambahan Mobil Tanki sebanyak 48 Unit, yang diawaki 76 AMT, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kelancaran distribusi BBM ke masyarakat,” katanya, didampingi Heppy Wulansari, Humas Pertamina Kalimantan.
Menurutnya, Pertamina juga telah mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat akan BBM dan LPG di wilayah Kalimantan. Kesiapan ini dilakukan, guna menjamin masyarakat di Kaliamantan dapat merayakan Idul Fitri 1440 H dengan tenang dan lancar.
“Dalam mengawal kelancaran distribusi BBM dan LPG, kami juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 21 Mei 2019 sampai dengan 21 Juni 2019,” sebut Boy.
Dia pun memprediksi, pada Idul Fitri 2019 kebutuhan BBM akan mengalami peningkatan sejak H-7 untuk gasoline.
Peningkatan stok Premium secara keseluruhan di wilayah Kalimantan sebesar 7 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 3.293 KL per hari menjadi 3.539 KL per hari.
Ada pun untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok Premium diprediksi sebesar 4 persen dari konsumsi normal bulanan, atau sekitar 976 KL per hari menjadi 1.011 KL per hari.
“Secara umum, konsumsi gasolin di wilayah Kalimantan turun 4,5 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.629 KL per hari dari 2.752 KL per hari. Namun, Pertamina tetap menyiagakan stok gasolin sesuai dengan kebutuhan normal. Untuk wilayah Kalimantan Timur, diprediksi penurunan hingga 13 persen dari konumsi normal bulanan, atau sekitar 714 KL per hari dari 823 KL per hari,” katanya.
Dan, ada terjadi peningkatan stok Pertamax di wilayah Kalimantan sebesar 2 persen, dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 562 KL per hari menjadi 574 KL per hari.
“Untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok Pertamax tidak terlalu signifikan, hanya 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 108 KL per hari menjadi 109 KL per hari,” imbuhnya.