PONTIANAK – Ramadan di Kota Singkawang siap disemarakkan dengan ribuan hiasan tanglong (lampion Melayu) dan ketupat yang dipasang di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Singkawang.
“Kalau di tahun kemarin kita lebih banyak memasang ketupat hias, namun untuk tahun ini kita lebih banyak memasang tanglong,” kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di Singkawang, Minggu.
Ribuan tanglong, katanya, akan dihias dari Jalan Diponegoro sampai Jalan Merdeka (lokasi acara Ramadan Fair).
“Untuk gerbang utama yang berada di depan BNI juga akan kita hias, disesuaikan dengan momentum Ramadan yaitu berbentuk kubah masjid,” ujarnya.
Menurut dia, Masjid Raya Singkawang dan sekitarnya juga akan dihias dengan tanglung dan ketupat, di sekitar Masjid Raya itu juga akan diramaikan dengan Pasar Jadah serta desain-desain yang ada di Mess Daerah.
“Kemudian ada komunitas-komunitas anak band yang siap untuk mengisi acara di Mess Daerah,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, event Ramadan Fair Singkawang Hebat mengangkat tema kobarkan semangat persatuan melalui Ramadan Fair Singkawang Hebat guna mewujudkan kota toleransi berkelas dunia.
Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengatakan, event ini akan dijadikan agenda tahunan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
Menurut dia, Singkawang adalah merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam etnis dalam rangka menjaga Singkawang sebagai kota yang tetap menjadi kota yang paling toleran bagi semua orang.
“Harapan kita bahwa tema yang dibuat oleh ibu Wali Kota itu menjadikan kita untuk tidak main-main dan berharap jika Singkawang merupakan role model-nya Kalbar, role model bangsa Indonesia dan kalau ini memang bisa terjadi maka akan menjadi role model dunia,” katanya.
Tentunya untuk mewujudkan itu perlu adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, stake holder dan swasta.
“Dan ini sudah terlihat, begitu ada event ini banyak pihak yang ikut terlibat diantaranya BUMN dan BUMD,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Bujang Sukrie, mengatakan, tahun ini pihaknya melibatkan sekolah-sekolah dan organisasi Islam seperti MUI, PHBI dan badan pembinaan masjid untuk mengisi acara di pentas utama Ramadan Fair di Mess Daerah.
“Setiap harinya selalu ada acara di lokasi Ramadan Fair yang diisi dari pukul 14.00 sampai menjelang berbuka puasa,” katanya.
“Untuk tausiyah, kita juga akan memberikan surat permohonan ke Kantor Kemenag Singkawang barangkali ada dari pihak mereka yang bisa berpartisipasi untuk mengisi acara secara swadaya,” ujarnya. (Ant)