MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mendorong masyarakat mengonsumsi pangan bermutu untuk mencetak generasi berkualitas yang unggul sehingga mampu bersaing di era revolusi 4.0.
Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), HM Kholid Mawardi, di Martapura, Minggu (5/5), mengatakan, untuk itu masyarakat harus didorong mengonsumsi pangan yang lebih beragam untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
“Konsumsi pangan berkualitas dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat,” kata HM Kholid setelah membuka lomba memasak “Beragam Bergizi Seimbang dan Aman” yang diselenggarakan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama Gabungan Organisasi Wanita OKU Timur.
Ia mengatakan, konsumsi pangan harus mengandung zat gizi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan jumlah yang berimbang. Ini penting untuk mengatasi permasalahan gizi ganda yaitu kekurangan dan kelebihan gizi.
Pada kegiatan yang memperingati Hari Kartini ke-140 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 ini, ia mengatakan, pemerintah juga mendorong kemandirian pangan lokal seperti penanaman jagung, singkong, ubi jalar, pisang, sukun dan lain-lain yang tersebar di seluruh kecamatan dengan memanfaatkan pekarangan rumah sendiri.
Untuk itu, terkait pangan berkualitas ini, para pejabat Organisasi Perangkat Daerah diwajibkan memastikan kemantapan ketahanan pangan di Kabupaten OKU Timur, terkait produksi, ketersediaan, distribusi dan keamanan.
Seperti diketahui, Kabupaten OKU Timur sangat unggul di bidang produksi pangan, karena menjadi sentra produksi beras di Sumsel setelah Kabupaten Banyuasin dan Musi Rawas. Selain itu, juga mengembangkan tanaman hortikultura dan perikanan budidaya.
Kabupaten ini juga dikenal sebagai sentra peternakan dan penggemukan sapi di Sumsel karena hampir 30 persen penduduk di kabupaten tersebut yang berjumlah total 639 ribu orang memiliki sapi sebagai aset keluarga.
Ketua Tim Penggerak PKK OKU Timur, Hj Rusmiyati Kholid, mengatakan, peningkatkan kesehatan dan perekonomian keluarga sangat penting menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya dengan cara mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Ibu-ibu bertanggung jawab penuh dalam penyediaan pangan berkualitas bagi keluarga, pangan berkualitas itu bukan berarti harus mahal tapi harus bergizi dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Ini yang akan kami sosialisasikan terus,” kata dia.
Pada peringatan Hari Kartini ini, beberapa kegiatan dilakukan seperti anjangsana ke rumah sakit, anjangsana ke panti asuhan, sunatan massal, B2SA, Pameran Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan pasar tani. (Ant)