SAR Maumere Minim SDM dan Anggaran
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Potensi kebencanaan, baik bencana alam seperti banjir, angin kencang, abrasi, longsor, gunung meletus dan lainnya, maupun bencana nonalam serta bencana sosial di wilayah kerja SAR Maumere, sangat tinggi. Hampir setiap tahun, di Sikka terjadi bencana angin kencang serta longsor.
“Memang, sarana dan prasarana kantor SAR Maumere terbatas, dan alat yang dimiliki belum bisa diberikan kepada seluruh pos di bawah SAR Maumere. Kami terkendala anggaran,” kata Direktur Bina Potensi Basarnas, Marsekal Pertama TNI F. Indra Jaya, SE., MM., Rabu (13/3/2019).

Menurut Indra, Kantor SAR Maumere memiliki 28 personel, dengan perincian Kantor SAR Maumere 16 orang, Pos SAR Labuan Bajo 5 personel, Pos SAR Ende 3 perosnel dan Pos SAR Alor 4 personel. Kalau ada kejadian bencana di tempat lainnya, maka personel SAR yang ada akan dikirim ke wilayah lainnya.
“Tentunya dengan minimnya SDM dan potensi yang dimiliki SAR, maka kita menyelenggarakan rapat koordinasi untuk menggandeng segenap potensi yang ada, baik dari TNI AL, AD, POLRI, BPBD, Tagana dan lainnya,” ungkapnya.
SAR menyadari minimnya SDM ini, sehingga membangun sinergitas dengan semua potensi dalam wadah Forum Kordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan. Untuk itu, SAR Maumere menggelar rapat kordinasi, guna menyatukan persepesi semua potensi yang ada.
“Ini penting, supaya semua potensi yang ada bisa membantu pelaksanaan operasi SAR di Kabupaten Sikka. Koordinasi yang sudah terjalin dengan baik, semoga bisa lebih akrab lagi dan berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Dengan demikian, sambungnya, segenap potensi yang ada bisa bersama-sama memberikan pertolongan dan pencarian. Bila personel SAR belum datang, maka potensi SAR yang terdekat bisa melakukan pertolongan terlebih dahulu.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Drs. Muhammad Daeng Bakir, menyebutkan, Kabupaten Sikka merupakan salah satu wilayah di pulau Flores yang hampir setiap tahun terjadi bencana.
“Kabupaten Sikka hampir setiap tahun ada bencana, baik bencana alam seperti angin kencang, longsor, banjir, abrasi dan lainnya. Juga ada bencana lainnya, seperti yang baru terjadi, berupa tenggelamnya dua warga dan seorang nelayan,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sikka berterima kasih dengan hadirnya Kantor SAR di Maumere, yang membawahi beberapa kabupaten di pulau Flores, Lembata hingga Alor. Pemerintah akan selalu membantu SAR Maumere dengan segala kemampuan yang ada.
“Pemerintah akan terus bergandeng tangan dan membangun sinergitas dengan SAR Maumere, dalam melakukan upaya-upaya pencarian dan pertolongan kepada korban bencana. Kinerja SAR Maumere sangat bagus dan selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah,” tuturnya.
Selain itu, tambah Daeng Bakir, koordinasi dan komunikasi antara segenap potensi pencarian dan pertolongan, baik dari TNI, PORLI, BRIMOB, POLAIR,PMI dan TAGANA, selama ini berjalan baik.
“Saya berharap, dengan rapat koordinasi ini apa yang sudah berjalan baik bisa ditingkatkan agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga masyarakat yang tertimpa bencana, dan membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.
Rapat koordinasi dihadiri oleh segenap potensi pencarian dan pertolongan yang ada di kabupaten Sikka, dengan peserta sekitar 100 orang. Selain itu, juga diperkenalkan peralatan pencarian dan pertolongan kepada korban bencana yang dimiliki SAR Maumere.