300 Siswa SMPN 1 Bawang-Banjarngera Membatik Bersama

Editor: Koko Triarko

BANJARNGARA – Sebanyak 300 siswa SMP Negeri 1 Bawang, Kabupaten Banjarnegara membatik bersama. Acara dengan tema Pelajar Membatik ini diawali dengan pengarahan dari guru tentang pola batik dan cara membatik massal. Siswa lalu membentuk kelompok-kelompok kecil untuk memulai membatik.

Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Rita Khotijah, mengatakan, kegiatan membatik massal ini dilakukan setelah siswa selesai mengikuti ujian tengah semester. Untuk melepas ketegangan seusai ujian, maka siswa diajak refresing dengan membatik bersama.

Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Banjarnegara, Rita Khotijah memberikan pengarahan pada siswa. -Foto: Hermiana E. Effendi

ʺIni adalah kegiatan yang sangat positif, karena belajar membatik dapat menjadi sarana mewujudkan kecintaan terhadap Kabupaten Banjarnegara, serta kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya bangsa,” kata Rita Khotijah, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, di samping untuk sarana belajar dan menumbuhkan gerakan literasi sekolah, juga sebagai sarana refreshing siswa setelah sepekan mereka konsentrasi belajar untuk menghadapi ujian, khususnya bagi kelas VII dan VIII.

Menurut Rita, batik merupakan salah satu aset budaya bangsa Indonesia yang sangat membanggakan dan harus dilestarikan. Bahkan dalam setiap acara penting, pakaian batik sudah menjadi pakaian resmi dan bergengsi. Sehingga para siswa perlu dikenalkan dengan  batik, untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budaya bangsa.

ʺBatik sudah dikukuhkan oleh Unesco sebagai warisan budaya Indonesia. Kita harus merasa bangga dan mempunyai kewajiban untuk menjaganya, karena itu di lingkungan sekolah, para siswa harus dikenalkan dengan batik sedini mungkin,ʺ tuturnya.

Pada acara membatik bersama ini, setiap siswa membatik pada pola yang sudah disiapkan, pola tersebut berukuran 50 x 60 centimeter. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok disediakan satu kompor lengkap dengan wajan dan canting untuk membatik.

Salah satu siswa kelas VII, Hana Arum, mengaku sangat menyukai kegiatan membatik tersebut. Namun, dibutuhkan konsentrasi dan ketenangan untuk bisa menyelesaikan pola batik. Sebab, pola batik harus rapi dan dibutuhkan kehati-hatian dalam mengerjakannya.

ʺSuka dengan kegiatan membatik ini, karena melatih kesabaran dan konsentrasi serta ketelitian. Selain itu, juga acaranya seru, setiap kelompok harus menyelesaikan pola bersama-sama dan kerja sama ini juga menjalin keakraban antarteman,ʺ tuturnya.

Lihat juga...