Semarak Pramuka Berbasis Sekolah di TMII
Editor: Mahadeva
JAKARTA – SMP N 9 Ciracas Jakarta, menggelar Lomba Pramuka, Antar Regu Penggalang (LAR-G) ke 10. Lomba digelar di area parkir Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Lomba dalam rangka meningkatkan kualitas dan menyemarakan Pramuka berbasis sekolah tersebut, diikuti 36 regu dari 16 sekolah di Jakarta dan sejumlah daerah.

Divisi Humas Lomba Pramuka Penggalang ke 10, Sadam Wahyu Adiguna, mengatakan, kegiatan tersebut, dalam rangka melaksanakan program kerja 2019, Pramuka Gugus Depan (Gudep) 09.009-09.010 SMPN 9 Jakarta.
Lomba bertujuan, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan, serta mempererat silaturahmi anggota Pramuka se-Jabodetabek. “Tujuan lomba ini mempererat persaudaraan sesama anggota pramuka dalam berbagai aktivitas yang inovatif, kreatif, edukatif dan produktif,” kata Sadam kepada Cendana News di sela-sela acara, Sabtu (26/1/2019).
Lomba tersebut, rutin digelar setiap dua tahun sekali. Ketrampilan yang dilombakan seperti, lomba teknik kepramukaan, semapur, morse, pluit, sandi, pengetahuan kepramukaan, seni melukis topeng dan jelajah Pramuka.
Dengan lomba, diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sekaligus menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman serta mempererat tali persaudaraan antar anggota pramuka. Kegiatan tersebut, juga bertujuan mengukur kemampuan dan membentuk manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia, melalui kreativitas, kedisiplinan dan kemandirian.
TMII dipilih sebagai tempat penyelenggaraan, karena TMII adalah wahana pelestarian budaya bangsa. Sementara, kegiatan tersebut, juga diadakan untuk pengenalan budaya bangsa, dengan mengunjungi sejumlah anjungan daerah dan Museum Penerangan. “Pengenalan budaya bangsa pada anggota Pramuka sangat penting. Kunjungan ke Museum Penerangan yang ada di TMII, sebagai inovasi di dunia kepramukaan, bahwa ilmu penerangan itu penting,” tandasnya.
Untuk menarik minat generasi muda terhadap kepramukaan Saddam menyebut, harus dengan mengenalkan budaya yang disesuaikan zaman. Seperti mengenalkan teknik menggambar tiga dimensi. “Gambar teknis tiga dimensi lagi tren, sangat menarik untuk dilombakan pada kegiatan Pramuka dengan tidak meninggalkan unsur budaya bangsa. Sama halnya melukis topeng yang kita lombakan hari ini,” ungkapnya.

Operasional Pelengkap Pramuka TMII, Nunuk Suyono, menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sinergi TMII dengan sekolah di Jakarta. Tujuannya, untuk menambah pengetahuan, ketrerampilan, pengetahuan, dan mempererat persaudaraan antar anggota Pramuka.
Kegiatan tersebut, menjadi usaha untuk mempersiapkan generasi muda membangun NKRI dan cinta budaya bangsa. “Ibu Tien Soeharto sebagai pemakarsa TMII, berpesan agar kepramukaan di TMII terus digencarkan. Dalam upaya menumbuhkan dunia pendidikan dan budaya. Pesan Beliau ini selalu saya ingat, makanya kita bangkitkan kembali sinergi ini,” pungkas Nunuk.