Monev Perwali Pengurangan Plastik Sasar Usaha Pariwisata
Editor: Mahadeva
DENPASAR – Setelah menyasar pasar tradisional, monitoring dan evaluasi (Monev) Penerapan Perwali No.36/2018, terus dijalankan Pemkot Denpasar. Kali ini, kegiatannya menyasar usaha di sektor pariwisata yakni hotel dan restoran.
Kegiatannya, menyasar usaha sebuah cafe di Jalan Merdeka, Denpasar. Penyerahan apresiasi ditandai dengan penempelan stiker apresiasi hijau di lokasi usaha tersebut. Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, mengapresiasi dukungan cafe, terhadap maksimalnya penerapan Perwali tentang pengurangan sampah plastik. Hal itu, harus menjadi contoh bagi kegiatan usaha pariwisata lain, khususnya hotel dan restoran di Kota Denpasar.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen usaha-usaha di Kota Denpasar yang telah meminimalisir penggunaan plastik sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018, dan apresiasi hijau (green appreciation) kepada usaha yang telah maksimal dalam mendukung pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar,” ucap Wali Kota Rai Mantra, Minggu, (20/1/2019).
Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada, mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam hal tersebut. Setelah sebelumnya menggandeng Disperindag, untuk monev di Pasar Rakyat. Gilirannya, DLHK bersinergi dengan Dinas Pariwisata, untuk menyasar hotel dan restoran. “Kami akan sasar semua lini, termasuk hotel dan restoran, sehingga Denpasar dapat menjadi destinasi wisata yang penggunaan plastiknya dapat diminimalisir atau green pariwisata. Sinergitas dalam pengurangan plastik ini, agar menjadi program keberlanjutan demi masa depan,” jelasnya.
Direncanakan, monev akan terus digalakkan ke seluruh tempat usaha di Kota Denpasar. “Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan demi keberlangsungan hidup manusia, dan bagi usaha yang menyandang apresiasi hijau (green appreciation) maka perusahaan tersebut sangat layak untuk dikunjungi,” ujar Wisada.
Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, menambahkan, dengan mengedepankan konsep usaha pariwisata bebas plastik, tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Yang sudah mendukung, kami sangat apresiasi, dan yang belum, akan terus kami lakukan pembinaan, sehingga konsep pariwisata hijau ini, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tambahnya.