Kanafit, Aplikasi Gelang Pengukur Indikator Kesehatan
Editor: Mahadeva WS
YOGYAKARTA – Sekelompok mahasiswa UGM, melalui startup Majatech, menciptakan aplikasi mobile, pengukur sejumlah indikator kesehatan penting. Alat yang diberi nama Kanafit, mampu mengukur beberapa indikator kesehatan, seperti denyut nadi, tekanan darah, jumlah langkah, serta kalori yang terbakar, hanya dengan smartband dan satu sentuhan di smartphone.
Hasil pengukuran, akan tersimpan di dalam smartphone, dan bisa dipergunakan untuk berbagai analisis medis di kemudian hari. Tri Yunianta, salah satu pengembang aplikasi tersebut mengatakan, pengembangan aplikasi tersebut, untuk memantau kesehatan para pengguna smart blend atau gelang pintar.
Menurut mahasiswa prodi Elektronika dan Instrumentasi tersebut, memerlukan waktu sekira empat bulan, untuk melakukan eksplorasi dan pembuatan aplikasi. Sedangkan untuk perangkatnya, saat ini masih menggunakan pasokan dari pihak ketiga. “Ide ini muncul sejak maret, lalu dikerjakan selama empat bulan,” kata pria asal Kulonprogo, DI. Yogyakarta, Jumat (16/11/2018).
Ide pembuatan Kanafit, berawal dari keinginan membuat inovasi teknologi, yang bisa mendistrupsi layanan kesehatan. Pemilihan nama Kanafit, diambil dari bahasa sansekerta, yang artinya gelang. Sehingga produk aplikasi yang dikembangkan, bisa terkoneksi dengan gelang pintar atau smart blend.

Meski baru tahap awal, aplikasi tersebut mampu membantu banyak orang, untuk memantaui kesehatan baik untuk diri sendiri, sahabat, orang tua maupun kerabat dari jarak jauh. “Orang tua yang sudah lansia yang kebetulan tidak bersama anaknya, bisa dipasang gelang pintar dan bisa dipantau secara real time lewat aplikasi ini,” tandasnya.
Aplikasi yang dibuat, berupa data rekam medik untuk memantau indikator kesehatan. Riwayat rekam medik yang dicatat adalah, tensi tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen dalam darah, serta menghitung jumlah langkah per hari dan jumlah kalori yang terbakar selama sehari.
Tidak hanya untuk para lansia yang jauh dari anaknya, aplikasi yang terhubung dengan gelang pintar tersebut, juga bisa digunakan tenaga medis di rumah sakit dimana pasien tinggal dan dipasang gelang, agar data kesehatannya bisa terpantau.
Aplikasi yang dibuat, juga menyediakan artikel dari beberapa situs kesehatan. Pengguna bisa mengetahui angka yang muncul dan tercatat di dalam apalikasi, dan akan memiliki rekomendasi upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatannya.
Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada, Dr. Hargo Utomo, M.B.A., M.Com, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh startup binaan UGM tersebut. Menurutnya, saat ini dibutuhkan terobosan berupa inovasi teknologi, yang mendukung kemudahan layanan di bidang kesehatan. “Inovasi semacam ini sangat dibutuhkan dalam layanan bidang kesehatan dan mendukung gaya hidup sehat anak muda,” katanya.
Chief Operational Officer (COO) Majatech, Alfian Andi Nugroho, menjelaskan, kanafit merupakan produk aplikasi pertama mereka di bidang kesehatan. “Ini merupakan upaya pertama kami, dalam mengimplementasikan IoT atau wearable devices untuk keperluan kesehatan,” tandasnya.
Ide pengembangan aplikasi tersebut, bermula dari diskusi di Majatech dengan The eCEOs, sebuah perusahaan teknologi regional, yang berpusat di Kuala Lumpur. Dalam perjalanannya, eCEOs memberikan dukungan pendanaan dan sumber daya lain, untuk mengembangkan produk tersebut.
Haemiwan Fathony, dari eCEOs Venture, lengan bisnis inkubasi teknologi dari The eCEOs menyebut, pengembangan KANAFIT, bagian dari rencana besar untuk memasuki pasar analitik, dan layanan kesehatan berbasis teknologi.
Menurut Haemiwan, perusahaannya selama ini banyak melakukan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, serta analisis teks dan citra. “Mendapatkan data kesehatan secara langsung melalui wearable devices, merupakan salah satu komponen penting dalam skema kami,” pungkasnya.