Hujan, Jakpus Andalkan Pompa
JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Japus), mengandalkan pompa air, untuk menyedot genangan air di wilayahnya selama musim penghujan.
“Kita harus pastikan pompa-pompa bekerja, terutama yang di underpass bisa berfungsi dan ada petugasnya,” ujar Wali Kota Jakpus, Bayu Meghantara, ketika memimpin apel kesiapsiagaan bencana banjir di Monas, Jakarta, Senin (19/11/2018).
Bayu menyebut, sejak 2016 banjir di wilayah Jakpus, hanya menyisakan genangan, yang akan surut dalam waktu tiga jam. Keberadaan pompa untuk membantu mempercepat surutnya genangan air. Pemkot Jakpus, menggelar apel, untuk membangun sinergitas serta konsolidasi, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana. Penanggulangan bencana banjir yang dilakukan, mempunyai tindak lanjut yang sama dan terkoordinir.
Jakpus merupakan wilayah yang jarang terkena musibah banjir dibandingkan daerah lain seperti Jakarta Timur. Namun demikian, Pemkot Jakpus, tetap menyiagakan mitigasi bencana, untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat banjir.
Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana, diharapkan dapat menginformasi warga, khususnya masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir. “Menyikapi musim penghujan 2018, saya harapkan para Kapolsek, Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Camat, di kawasan rentan terjadinya banjir, seperti Kampung Bencong, Petamburan, Rawa Sari, Coca Cola, Kemayoran untuk siaga,” tambah Bayu.
Sebelumnya, di 2017 silam, Jakpus terkena banjir cukup besar. Kondisi tersebut disikapi Pemkot Jakpus, dengan berbagai persiapan. Banjir di wilayah Jakpus tidak terlalu tinggi, sehingga kegiatan masayrakat, tetap dapat berjalan seperti biasa. Selama ini, banjir tidak menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa. (Ant)