Garut Menambah Alokasi Dana Tak Terduga
GARUT – Pemkab Garut, Jawa Barat, menambah anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) tahun anggaran 2019, menjadi Rp20 miliar. Kebijakan tersebut diambil, sebagai persiapan menghadapi ancaman bencana alam.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebut, wilayahnya masuk daerah rawan bencana katagori tinggi. Hal tersebutlah yang mendorong pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan antisipasi terjadinya bencana. “Tahun depan (2019), kita naikan BTT menjadi Rp20 miliar,” kata kepada wartawan di Garut, Senin (19/11/2018).
Di 2018, Garut menyiapkan BTT sebesar Rp7 miliar. Alokasinya mendapatkan tambahan di anggaran perubahan sebanyak Rp5 miliar. Penambahan alokasi anggaran menjadi Rp20 miliar di tahun depan, tidak terlepas dari instruksi pemerintah pusat, sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disebutnya, telah mempertingatkan potensi terjadinya curah hujan tinggi. Hal itu harus diantisipasi oleh seluruh jajaran pemerintah daerah. “Sekarang ini ada peringatan BMKG bahwa curah hujan tinggi, sehingga kita harus mempersiapkan diri,” tandasnya.
Potensi bencana yang biasa terjadi di Garut pada musim hujan di antaranya, tanah longsor dan banjir bandang. Kedua bencana tersebut, bisa berdampak pada kehidupan masyarakat. Kendati demikian, pemerintah daerah berharap bencana tidak terjadi di Garut. “Kita berdoa saja supaya tidak terjadi bencana di Garut,” tambahnya.
Dana BTT bisa dikucurkan, apabila kondisi daerah terdampak bencana cakupannya luas, atau menimbulkan korban jiwa. Selain itu, BTT juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang dilanda bencana kebakaran. (Ant)