JEMBER – Tim Saber Pungli Polres Jember menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemkab Jember, Rabu (31/10) malam. OTT ini dilakukan terkait dugaan praktik pungutan liar yang terjadi dalam pengurusan administrasi kependudukan.
Setidaknya, 16 orang terjaring dalam operasi tersebut dan digelandang ke Mapolres Jember untuk dimintai keterangan. Sayangnya, hingga Kamis (1/11/2018) pagi, belum ada keterangan resmi dari Polres Jember.
Berdasarkan pantauan di Kantor Dispenduk Jember, setidaknya ada empat ruangan yang disegel oleh polisi pascaOTT. Salah satunya ruangan Kepala Dispenduk Jember, Sri Wahyuni.
“Ada empat ruangan yang di-police line. Ruangan Kepala Dispenduk, Ruangan Kasi Keuangan, Ruangan Kepagawaian dan Perencanaan serta Ruang Pelaporan,” terang Sekretaris Dispenduk Jember, Hariyanto, Kamis (1/11/2018).
Keempat ruangan yang disegel tersebut dijaga ketat oleh petugas kepolisian bersenjata lengkap. “Mulai kemarin malam sudah dijaga ketat oleh polisi,” tuturnya.
Akibat OTT tersebut, aktivitas pelayanan di Kantor Dispenduk Jember sempat ditutup. Namun karena sudah banyak masyarakat yang mengantre untuk mengurus dokumen kependudukan, pelayanan akhirnya kembali dibuka.
“Alhamdulillah kita maksimalkan dan kami layani sebisa mungkin. Untuk dokumen yang sifatnya permanen, seperti KTP-El, KK dan akta kelahiran kita beri antrean. Untuk petugas yang lain juga bekerja sebagaimana biasanya,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Mukhtar, salah satu warga yang tengah mengurus dokumen kependudukan, dirinya sudah berada di Kantor Dispenduk Jember sejak subuh. Namun, dirinya baru bisa masuk ke Kantor Dispenduk sekitar pukul 07.10 WIB.
“Saya sudah mulai jam lima tadi. Tapi, baru bisa masuk jam 7 lewat 10 menit. Tidak tahu kenapa, kayaknya ada masalah. Banyak polisi yang berjaga,” ujarnya.
Muhtar mengaku hanya bisa menyerahkan berkas dokumen kependudukannya saja, dan tidak bisa jadi pada hari ini juga. “Tadi setelah menyerahkan berkas, hanya diberi tanda terima saja dari petugas,” pungkasnya.