Agupena Flotim Giatkan Literasi Sebagai Jembatan Kemajuan Bangsa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LARANTUKA — Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) cabang kabupaten Flores Timur menilai, gerakan literasi, baik di sekolah hingga membentuk taman bacaan di masyarakat merupakan salah upaya untuk menjembatani kemajuan bangsa.

“Kami sadar budaya literasi harus dihidupkan di Flores Timur (Flotim) sebab budaya literasi merupakan jembatan menuju kemajuan bangsa,” sebut Asy’ari Hidayah Hanafi, ketua panitia peringatan hari lahir Agupena ke-12, Rabu (28/11/2018).

Dikatakan Ary, sapaannya, gerakan literasi juga dilakukan dengan menyelenggarakan festival, lomba membaca dan menulis serta workshop menulis berita, dan buku.

“Gerakan ini memberi efek semakin banyak anak sekolah dan guru serta masyarakat mulai membaca dan menulis. Pemerintah kabupaten Flotim pun sangat mendukung langkah yang dilakukan Agupena,” sebutnya.

Bahkan pemerintah kabupaten Flotim melalui dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga telah mengeluarkan surat edaran kepada lembaga pendidikan, baik jenjang SD, SMP dan SMA atau sederajat untuk melaksanakan gerakan literasi.

“Ini tentunya menjadi tanggungjawab guru dan masyarakat untuk menghidupkan gerakan literasi. Apa yang dilakukan Agupena akan berdampak besar ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian mengatakan, ada dua alasan kenapa daerah tersebut dipilih pusat sebagai tempat diselenggarakannya peringatan hari lahir yang ke-12.

“Agupena Flotim sangat gencar melaksanakan gerakan literasi dan apa yang dilakukan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah,” terangnya.

Dalam peringatan hari lahir, tambah Maksi sapaannya, pihaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan warna berbagi dan apresiasi. Dengan berbagi maka lahir banyak guru yang bisa menulis buku dan opini serta para siswa pun mulai bersemangat menulis puisi serta cerita.

Naijin Lengkong, ketua Agupena Pusat mengapresiasi langkah yang dilakukan Agupena Flotim yang merupakan salah satu cabang yang paling aktif.

“Ini sebuah langkah awal yang sangat baik dan setelah ini kita semua mempunyai pekerjaan rumah yang luar biasa berat. Apa yang dilakukan menjadi inspirasi gerakan literasi bukan saja di Flotim tapi di NTT bahkan nasional,” sebutnya.

Sementara itun, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon mengatakan, budaya membaca dan menulis belum menjadi dasar utama para guru di Flotim. Yang dilakukan dapat menggerakan para guru untuk mulai membudayakannya.

“Tidak banyak yang pemerintah berikan kepada Agupena Flotim tetapi mereka telah berbuat banyak bagi perkembangan gerakan literasi. Pada saat ini, hampir setiap bulan Agupena terbitkan buku,” ungkapnya.

Anton sapaannya meminta agar anggota terus menulis, sebab banyak sekali cerita-cerita di masyarakat yang perlu dibukukan. Jadikanlah Agupena sebagai lumbung kreasi untuk menginspirasi diri demi kepentingan Lewotana dan kemajuan bangsa.

“Teruslah menulis dan berkarya melalui gerakan literasi. Hari ini saya sekaligus mendeklarasikan kabupaten Flores Timur sebagai kabupaten literasi,” tegas Anton disambut tepukan tangan sekitar 500 guru dan siswa serta pengurus Agupena cabang dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat juga...