Sate Gurita Bumbu Bali, Kuliner Rendah Kolesterol
Editor: Mahadeva WS
DENPASAR – Bali khususnya Kota Denpasar, simpanan menu kuliner seafod-nya, seolah tidak pernah habis untuk disajikan. Selain ikan bakar, yang tak perlu terlewatkan untuk dikonsumsi jika sedang berlibur ke Bali adalah sate gurita.
Kuliner ini bisa ditemui di beberapa warung makan seafood, terutama di kawasan pulau Serangan Denpasar. Gurita adalah hewan laut, yang memiliki banyak sekali manfaat, untuk manusia. Di Jepang, daging gurita disantap selagi masih hidup.
Makanan ini tergolong seafood yang cukup mewah, karena nutrisi yang terkandung di dalamnya. Daging gurita dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan tubuh manusia, seperti peningkatan daya tahan tubuh, baik untuk penderita kolesterol, dan untuk kesehatan Jantung.

I Nyoman Legawati, pemilik warung mengatakan, Peminat sate gurita di tempatnya cukup banyak. Dalam sehari, Dia bisa menghabiskan gurita mentah hingga lima kilogram. Sate gurita dijual dengan harga Rp20 ribu per porsi, belum termasuk nasi. Yang menarik dalam penyajian sate gurita adalah, mulai dari proses memasak gurita hingga bumbu yang digunakan. Untuk bisa menyajikan sate gurita, dibutuhkan waktu yang agak lama.
Butuh waktu satu jam untuk merebus daging gurita. “Kemudian di bersihkan dan di potong menjadi kecil-kecil sesuai ukuran sate,” ucap I Nyoman Legawati saat ditemui, Sabtu, (20/10/2018).
Sementara untuk bumbu yang digunakan, sate gurita khas Pulau Serangan, menggunakan bumbu khas Bali, yang biasa disebut bumbu lengkap dapur atau bumbu besar. Selain menjual sate gurita, wanita berusia 50 tahun tersebut, juga menyediakan gurita goreng, dengan harga jual Rp30 ribu per porsi.
Untuk gurita diperoleh dari nelayan di pulau Serangan. Setiap satu kilo gurita, dibeli Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Harga gurita mentah, akan naik dikala tangkapan dari nelayan sedikit atau bahkan tidak ada. “Kalau untuk sate gurita, satu porsi berisi 10 tusuk sate. Sementara untuk gurita goreng yang menggunakan takaran untuk sambal,” tegas wanita yang sudah 10 tahun membuka usaha warung makan di Serangan.
Karena baik untuk dikonsumsi, karena rendah kolesterol, makanan ini menjadi kuliner laut alternatif, bagi sebagian orang. Hosaini, salah satu pecinta kuliner mengatakan, gurita menjadi salah satu menu favorit, di antara beraneka ragam kuliner seafood lainnya, karena memiliki khasiat.
Sehari, Hosaini, bisa dua kali mengkonsumsi hewan laut yang memiliki kaki tersebut. Biasanya Dia membeli mentah-mentah gurita di pasar, untuk kemudian di masak di rumah bersama keluarga. “Saya rutin konsumsi gurita ini. Jika tidak sempat membeli mentahnya sendiri di pasar, ya, saya biasanya datang ke serangan ini untuk membeli yang sudah masak, atau jadi. Ya, rasanya juga enak,” ucap pria asal Madura tersebut.