FKH UB Edukasi Masyarakat Lewat Pemecahan Rekor MURI
Editor: Mahadeva WS
MALANG – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB), sebagai lembaga pendidikan tinggi, memiliki tanggung jawab moral, mengedukasi masyarakat, terkait pentingnya pemeriksaan hewan peliharaan khususnya kucing. Dilatar belakangi hal tersebut, FKH UB, menggelar pemeriksaan gratis, sekaligus pemecahan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI), pemeriksaan kucing terbanyak.

Ketua panitia, drh Ahmad Fauzi, menyampaikan, pemecahan rekor pemeriksaan kucing terbanyak, merupakan salah satu upaya FKH UB, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan rutin hewan peliharaan. “Tidak hanya manusia saja yang butuh sehat, tetapi juga hewan peliharaan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” jelasnya, Sabtu (20/10/2018).
Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya, pemeriksaan menyeluruh mulai dari ujung kepala hingga ujung ekor. Setelah itu, jika dirasa perlu diberikan obat cacing, maka kucing akan diberi obat cacing secara gratis, dan juga multi vitamin. “Kemudian jika pemilik kucing ingin kucingnya di vaksin, kita juga menyediakan vaksin. Tapi tidak gratis melainkan diberikan subsidi,” jelasnya.
Menurutnya, sebagai hewan yang memiliki bulu lebat, kucing rawan terserang penyakit kulit seperti jamur dan scabies, penyakit yang bisa menular kepada manusia, melalui sentuhan, sehingga perlu segera ditangani agar tidak menular. “Pemilik kucing juga dihimbau agar selalu membersihkan dan mencuci tangan setelah bermain atau bersentuhan dengan kucing peliharaannya untuk mencegah terjadinya penularan,” terangnya.
Selain itu, kucing juga rawan terkena penyakit cacingan. Penyakit yang paling mematikan bagi kucing adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, karena sulit disembuhkan sehingga perlu dilakukan langkah preventif untuk pencegahannya. Pemberian vaksin merupakan salah satu cara pencegahan adanya inveksi karena virus. “Oleh karena itu kita himbau, masyarakat pecinta kucing agar selalu rutin meriksakan hewan peliharaannya ke dokter hewan dan memberikan vaksin sebagai langkah pencegahan,” jelasnya.
Tercatat pada pemeriksaan yang dilakukan, ada sekira 820 ekor kucing yang didaftarkan. Namun yang datang untuk memeriksakan dan mampu memecahkan rekor hanya 456 ekor kucing dan 36 orang dokter. “Jumlah tersebut telah berhasil membuat rekor baru di MURI,” imbuhnya.
Salah satu pemilik kucing, Imania, mengaku senang dengan adanya kegiatan pemeriksaan gratis hewan peliharaan. Dengan acara tersebut, Dia merasa terbantu karena mendapatkan pemahaman kesehatan kucing. “Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali saja tetapi bisa rutin dilaksanakan,” pungkasnya.