Belum Capai Target, Imunisasi MR Sasar Rumah Ibadah

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Hingga kini, pencapaian pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan baru mencapai 64,89 persen. Dengan belum tercapainya target, DKK sasar rumah ibadah dalam pelaksanaan imunisasi campak.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Balikpapan, Esther Vonny, mengungkapkan, sejak minggu lalu DKK membuka pos pelayanan di Gereja Bethany FOG Balikpapan dengan menyasar usia 9 bulan hingga 15 tahun untuk diberikan vaksin.

“Pelaksanaan vaksin MR juga ada dukungan Gembala Gereja Bethany FOG Balikpapan. Kami terus melaksanakan imunisasi termasuk pada saat week end,” katanya, Jumat (26/10/2018).

Dari data DKK, per 31 Oktober 2018, jumlah anak usia 9 bulan sampai 15 tahun di Kota Balikpapan ada 156.336 anak. Hingga 20 Oktober 2018, jumlah anak yang telah diimunisasi sudah 101.452 anak atau 64,89 persen.

“Bagi warga Balikpapan yang memiliki anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, ayo ajak anaknya untuk imunisasi MR bagi yang belum ke Puskesmas terdekat. Kalau sekolah sesuai dengan jadwal di sekolah masing-masing,” terang Vonny.

Tujuan pelaksanaan vaksin, lanjut Vonny, dalam upaya mencapai kekebalan kelompok lebih dari 95 persen untuk anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Imunisasi sangat bermanfaat melindungi dari penyakit Campak dan Rubella yang mengakibatkan kecacatan permanen.

“Saat ini kita semua menjaga Kota Balikpapan dari ancaman penyakit campak dan rubella. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tandasnya.

Di kesempatan yang berbeda, Pimpinan Gembala Gereja Bethany FOG, Pendeta DR. Samuel Kusuma M.Th, mendukung program Pemerintah Kota, terkait Pelaksanaan Imunisasi MR dengan membuka Pos Layanan imunisasi MR di Gereja Bethany Ring Road dan di Gereja Bethany Living Plaza.

“Animo jemaat sangat tinggi, dimana hari ini 110 anak mendapat layanan imunisasi MR. Kami sangat support dalam pemberian vaksin karena tujuannya untuk mencapai kekebalan terhadap campak dan rubella,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan harus didukung karena apabila anak sehat, keluarga sehat, maka masyarakat akan sehat pula. “Kami sangat mendukung upaya yang dilaksanakan DKK, karena untuk kesehatan masyarakat,” imbuh Pendeta DR. Samuel Kusuma M.Th.

Lihat juga...