Kemenkeu Mengajar, Berikan Pemahaman Literasi Keuangan

PONTIANAK  – Para siswa Sekolah Dasar 10 Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat menginginkan program “Kemenkeu Mengajar” hadir lagi pada masa mendatang.

Program ini mengajarkan bagaimana peran Kementerian Keuangan dalam upaya menjaga ekonomi dan mengenalkan profesi yang ada di Kementerian Keuangan.

“‘Kak besok ke sini lagi ya. Itu ucapan beberapa siswa SD 10 Matan Hilir Selatan kepada relawan kita yang mengajar di sekolah mereka. Mereka sangat senang dan ceria. Kegiatan Kemenkeu sukses kita gelar,” ujar Koordinator Daerah “Kemenkeu Mengajar” 2018 di Kabupaten Ketapang, Alpha Nur Setyawan Pudjono, saat dihubungi di Ketapang, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa “Kemenkeu Mengajar” kegiatan rutin Kementerian Keuangan. Kegiatan digelar di 76 daerah dan 34 provinsi di Indonesia, termasuk Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

“Dengan mengusung semangat kesukarelaan, relawan-relawan yang terdiri dari para pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ketapang dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Ketapang saling bahu membahu secara mandiri bersuka cita mengajar di SD,” kata dia.

Ia menjelaskan hal yang mereka lakukan dalam program itu di luar pekerjaan rutin sehari-hari aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan.

Tentu saja, kata dia, relawan tidak menggantikan posisi guru yang sebenarnya dengan mengajarkan mata pelajaran.

“Sebelum mengajar kita gelar ‘briefing’ dengan tujuan untuk memberikan bekal teknis kepada relawan. Untuk menyamakan pemikiran maupun tujuan para relawan dalam peran serta kegiatan ‘Kemenkeu Mengajar’ tahun 2018,” kata dia.

Ia menjelaskan, relawan-relawan pengajar berbagi ilmu di empat kelas, yakni kelas 3 sampai dengan kelas 6.

Ia menyebut, banyak cara dilakukan mereka untuk mengajar, antara lain mengajak murid bernyanyi dan bermain. “Bahkan untuk pengajar dari Bea Cukai sangat sering mengajak murid SD bermain ‘role play’ menjadi petugas Bea Cukai yang menjaga pelabuhan,” kata dia.

Menurut dia, metode pembelajaran tersebut ternyata menarik murid SD Matan Hilir.

“Kembali siswa merasa sangat bahagia dan senang. Mereka meminta secara terus menerus di Kabupaten Ketapang dilaksanakan,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...