Ratusan Siswa SD di Lereng Gunung Merapi Antusias Ikuti Vaksinasi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Ratusan siswa SD di kawasan lereng Gunung Merapi, kabupaten Sleman, mengikuti vansinasi massal khusus anak usia 6-11 tahun di Kelurahan Kepuharjo, Cangkringan, Selasa (11/1/2022). Mereka berasal dari sejumlah kelurahan lain, yakni Kepuharjo, Umbulharjo, Glagaharjo, dan Wukirsari. 

Mengenakan seragam sekolah, sejumlah siswa mengikuti proses vaksinasi secara tertib. Diwarnai adanya beberapa siswa yang menangis karena takut disuntik, namun dengan pendampingan dari para orang tua, guru, dan petugas puskesmas dan TNI-Polri, proses vaksinasi bisa berjalan lancar. Terlebih, panitia juga menyiapkan makanan ringan bagi mereka.

“Total ada 921 siswa yang mendapatkan vaksinasi pada hari ini. Mereka berusia 6-11 tahun. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi. Terbukti dengan jumlah kuota yang langsung terserap seluruhnya,” kata Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, di sela acara, Selasa (11/1/2022).

Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, di sela acara vansinasi massal khusus anak usia 6-11 tahun di Kelurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (11/1/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Heri menjelaskan, dengan adanya vaksinasi massal anak ini, maka khusus di kelurahan Kepuharjo saat ini capaian vaksinasi penduduk telah mencapai 97 persen lebih. Warga yang belum divaksin merupakan mereka yang memiliki penyakit komorbid, sehingga tidak memenuhi syarat menerima vaksinasi.

“Untuk proses vaksinasi massal anak ini, hampir semuanya lolos tes kesehatan awal, sehingga bisa divaksin. Karena memang anak-anak umumnya tidak memiliki penyakit komorbid tertentu seperti orang dewasa,” ungkapnya.

Selain menjadi bagian program pemerintah, adanya vaksinasi massal anak ini diharapkan bisa menumbuhkan herd immunity di kalangan para siswa. Dengan begitu, maka para siswa diharapkan bisa segera mengikuti proses belajar mengajar di sekolah secara penuh, sesuai ketentuan yang ada.

“Harapannya, dengan adanya vaksinasi massal anak ini, sekolah secepatnya bisa melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka 100 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Santi, mengaku senang sekaligus antusias mengikuti vaksinasi bagi salah satu anaknya yang duduk di kelas 4 SD. Menurutnya, dengan adanya vaksinasi ini ia berharap agar proses belajar mengajar di sekolah secepatnya bisa dilakukan secara penuh.

“Sebagai orang tua tentu senang, begitu juga anak juga senang. Karena dengan vaksinasi ini kan mereka bisa secepatnya sekolah seperti biasa. Tidak perlu lagi belajar secara online di rumah. Karena jujur itu sangat menyulitkan bagi orang tua. Kita kan orang desa, tidak paham bagaimana mengajarkan materi pelajaran seperti itu pada siswa,” katanya.

Lihat juga...