Anak 8 Tahun di Jayapura Diduga Idap Rubella

Ilustrasi - Foto: dokumentasi CDN
JAYAPURA – Seorang anak perempuan berusia delapan tahun, Yohana Kmur, di Kampung Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori diduga menderita penyakit rubella.
Kepala Bidang Kesektarian Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), Alexander Krisifu, menjelaskan, Yohana Kmur tinggal bersama kakek Obet Kmur dan neneknya Hania Yom. Ibunya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Jarak tempuh dari kota Supiori menuju Kampung Masram sekitar kurang lebih satu kilometer.
Alexander mengatakan, UP2KP menemukan kasus itu saat dirinya memimpin satu tim dari unit kesehatan itu ke Supiori, awal September ini.
Tim yang turun bertugas melaksanakan pengawasan terhadap pemanfaatan dana Otonomi Khusus Bidang Kesehatan. Kesempatan itu juga digunakan untuk melakukan monitoring evaluasi (monev) pemberian vaksin Measles Rubella dan Polio (MRP) di beberapa kabupaten, yang nilai raport pelayanan kesehatannya masih di bawah target alias masih rendah.
Di Supiori, kata Alexande, tim UP2KP yang dipimpinnya beranggotakan Erikh Abraham, Hidayat Wairoy dan Irsan, menemukan satu kasus seorang anak perempuan berusia delapan tahun bernama Yohana Kmur di Kampung Masram, Distrik Supiori Timur, diduga menderita penyakit rubella dan belum ditangani serius secara medis.
Tim UP2KP pun menyambangi Yohana di rumahnya dengan menggunakan mobil hanya dalam waktu 25 menit.
“Anak ini tidak pernah bicara dan entah dia masih bisa mendengar atau tidak. Sesekali jika dipanggil dia bisa menoleh, kadang juga tidak menoleh sama sekali,” kata Nenek Hania, yang merawat Yohana kepada tim UP2KP.
Menurut Hania, saat lahir, mata Yohana baik-baik saja. Ketika ia mulai sakit, orang tuanya pernah membawa Yohana ke RSUD Biak untuk berobat. Namun saat itu, menurut petugas kesehatan yang melayani, mata Yohana didiagnosa cuma sakit biasa. Yohana hanya diberi obat mata dan langsung pulang ke rumah.
“Saya kurang tahu, kapan anak ini sakit, karena dulu mereka tinggal di Kampung Wardo, Biak Barat. Tapi waktu mamanya masih hidup, dia pernah berobat ke Biak. Makin lama, nanah keluar dari matanya, seperti bola matanya bocor. Saya berharap, Pemerintah bisa bantu biayai dia berobat. Karena biaya berobatnya mahal,” kata Nenek Hania lagi kepada tim.
Alexander menyebutkan, gejalah dan ciri penyakit yang dialami Yohana Kmur diduga karena serangan virus Rubella. Hal ini bisa saja dipicu karena kelainan kongenital pada saat masih dalam kandungan, atau mungkin bisa infeksi selama kehamilan ibunya.
Melihat kondisi anak tersebut di rumah Nenek Yohana, lanjut Alexander, tim UP2KP langsung berkoordinasi dengan Kepala Seksi Imunisasi, Regina Rumbiak Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori, dan meminta agar Yohana segera mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
“UP2KP meminta kepada Puskesmas Sorendiweri melalui Dinas Kesehatan Supiori untuk memberikan rujukan kepada anak Yohana Kmur, agar ditangani oleh dokter spesialis anak, guna menjalani pemeriksaan lengkap. Nyawa satu anak Papua sangat berharga,” ujar Alexander. (Ant)
Lihat juga...