SMK NU Tenggarang-Bondowoso Gratiskan Biaya Sekolah hingga Lulus
Editor: Koko Triarko
BONDOWOSO – Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) Tenggarang di Kabupaten Bondowoso, menggratiskan biaya pendidikan untuk siswa-siswinya sampai lulus. Hal itu dilakukan, karena warga di daerah tersebut masih sulit mendapatkan pendidikan yang layak.
Menurut Kepala sekolah SMK NU Tenggarang, Daris Wibisono, satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah dengan memberikan akses pendidikan seluas-luasnya, tapi mesti pendidikan yang layak dan berkualitas. Akses tersebut dengan menyediakan layanan pendidikan yang bebas biaya dan berkualitas.
“Kami menyadari, akar rumput masyarakat Bondowoso yang notabene adalah jemaah NU, sangat sulit untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak bagi putra putrinya. Hal itu disebabkan rendahnya perekonomian masyarakat,” kata Daris, Kamis (13/9/2018).

Daris juga mengatakan, SMK NU hadir memberikan pelayanan pendidikan gratis sampai lulus bagi siswa-siswi dengan jurusan agribisnis dan perikanan, sebagai kompetensi unggulan untuk mencetak lulusan yang mandiri berbasis wirausaha.
Meskipun gratis, kata Daris, pihak pengelola sekolah mempunyai komitmen tinggi untuk terus menjaga kualitas serta meningkatkan sarana pembelajaran di SMK NU, agar dapat menciptakan output lulusan yang berkualitas. Komitmen ini ditunjukkan dengan diraihnya akreditasi SMK NU dengan nilai B.
“SMK NU Tenggarang didirikan untuk menyokong tiga pilar perjuangan NU, yaitu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Dari tiga pilar itu bercita-cita masyarakat yang lebih baik di masa depan,” ungkap Daris.
SMK NU Tenggarang berdiri pada 23 Juli 2009 di atas lahan seluas 10.000 meterpersegi. Letaknya berada di jalan Pakisan Nomor 341, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Sekolah berada di bawah Yayasan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Bondowoso, dengan Ketua Yayasan, H. M. Syaeful Bahar.
Sekolah memiliki enam kelas yang dibangun swadaya masyarakat. Sejak berdiri pada 2009, sekolah tersebut tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Karena itu, sampai saat ini belum memiliki ruang laboratorium dan ruang praktik.
Namun demikian, sekolah ini memiliki peralatan praktik budi daya perikanan, peralatan teknologi hasil perikanan, tempat praktik perikanan kolam terpal. Juga memiliki kantin praktik kewirausahaan siswa, bernama kantin Aswaja.
