Suharyati, Sosok Teladan Pemberdayaan Warga di Dusun Sendang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Sosok pemimpin selalu menjadi kunci dalam upaya pemberdayaan warga di setiap lingkup wilayah. Tak terkecuali dalam memberdayakan warga dengan berbagai kegiatan positif, di lingkup terkecil seperti dusun.
Hal itulah yang terlihat pada sosok ketua Posdaya Angrek, Suharyati, yang juga merupakan ibu dukuh dusun Sendang, Karangsari, Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta.
Meski tak lagi muda, wanita paruh baya ini tetap aktif menggerakkan warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya lingkungan desanya untuk melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan. Baik itu di bidang lingkungan, pendidikan, ekonomi hingga kesehatan.
Lewat Kelompok Tani Wanita (KWT) Sendang Rejeki, yang ia pimpin, misalnya, Suharyati mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing dengan menanam sayuran dan memelihara ikan.
Sebagai ketua KWT, ia pun memberikan contoh secara langsung dengan membuat sendiri kebun dan kolam ikan di pekarangan rumahnya. Hal itu dimaksudkan, agar ibu-ibu rumah tangga di desanya dapat melihat langsung manfaat keberadaan kebun sayur di pekarangan rumah, sehingga mau meniru atau mengikutinya.
“Ya memang kita harus beri contoh dulu. Kalau sudah jadi dan bisa bermanfaat kan nanti orang akan tahu. Sehingga tanpa banyak diminta pun mereka akan mau mengikuti dengan sendirinya,” katanya.

Selain memberikan contoh nyata pada masyarakat, Suharyati, bersama suaminya, juga berupaya menjadi pemimpin teladan yang baik bagi warga. Hal itu ia lakukan dengan merelakan tempat tinggalnya sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Di rumah sederhana miliknya inilah, berbagai kegiatan posdaya digelar. Mulai dari penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu Balita, Posyandu Lansia dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Bahkan untuk mewujudkan kebun percontohan KWT, Suharyati juga merelakan tanah pekarangan di depan rumahnya seluas kurang lebih 200 meter persegi sebagai kebun dempot kelompok. Dibantu suaminya, ia membuka lahan yang awalnya berupa perengan ini hingga bisa dimanfaatkan sebagai kebun sayur bagi seluruh anggota KWT.
“Ya memang (untuk menggerakkan ibu-ibu rumah tangga agar mau aktif dalam kegiatan KWT) awalnya susah. Namun kita terus berupaya saling mengingatkan bersama-sama. Alhamdulillah sekarang sudah cukup banyak ibu-ibu yang mau bergabung,” ungkapnya.
Dianggotai sekitar 30 orang warga yang merupakan ibu-ibu rumah tangga, KWT Sendang Rejeki, sendiri aktif melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanam berbagai macam sayuran sejak tahun 2014 lalu. Selain dikonsumsi sendiri sebagai tambahan gizi keluarga, hasil kebun berupa sayuran, bibit tanaman, hingga ikan lele, sebagian juga dijual untuk menambah penghasilan warga.
Ke depan, KWT Sendang Rejeki bahkan telah berencana mengembangkan kebun sayur itu untuk memelihara ternak ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, masing-masing anggota KWT akan diajarkan untuk membudidayakan ayam KUB tersebut.