Jumlah Anggota Poknak Ngudi Rejeki Desa Argomulyo, Menyusut
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Usaha ternak sapi di Dusun Kaliberot, Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, mengalami penurunan jumlah anggota pada awal tahun 2022 ini. Sejumlah peternak memilih mundur dari kelompok ternak.
Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Rakimin, menyebut dari sekitar 13 orang anggota yang merawat dan memelihara 13 ekor sapi di kandang kelompok, saat ini hanya tinggal 8 orang.
Sementara 5 orang lainnya memilih mundur karena mengaku sudah memiliki kesibukan lain.
“Ada anggota yang mundur, ada juga yang membawa sapi dari kandang kelompok ke rumahnya. Sehingga mereka memelihara ternak tersebut dari rumah. Alasannya supaya lebih dekat dan enak dalam merawat,” ungkapnya, belum lama ini.
Rakimin mengaku tak bisa melarang atau mencegah mundurnya sejumlah anggota kelompok tersebut.
Pasalnya, selama ini tidak semua anggota kelompok mampu mendapatkan hasil dari usaha ternak ini, meskipun mereka telah memelihara ternak tersebut selama bertahun-tahun.
“Karena ada beberapa sapi yang sejak awal tidak bisa bunting. Ada juga sapi yang awalnya bisa bunting dan melahirkan anakan, namun setelah itu tidak bunting lagi. Sehingga peternak kan tidak mendapatkan hasil, padahal mereka harus merawat dan mencari rumput setiap hari,” katanya.
Menyikapi hal tersebut, Rakimin mengaku akan berupaya mencari pengganti anggota yang mundur dari kelompok tersebut.
Yakni dengan merekrut warga/peternak lain yang mau memelihara ternak bantuan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo tersebut dengan sistem bagi hasil.
Sebagaimana diketahui, sejak ditetapkan sebagai desa binaan pada tahun 2017, Yayasan Damandiri melakukan upaya pemberdayaan di sektor peternakan dengan mendirikan unit usaha ternak sapi di Dusun Kaliberot, Argomulyo.
Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Yayasan Damandiri memberikan bantuan modal berupa 15 ekor sapi betina untuk dipelihara.
Dari 15 ekor sapi bantuan tersebut, pada perkembangannya ada sejumlah sapi yang mati, sehingga tinggal 13 ekor.
Dari jumlah tersebut, beberapa ekor sapi tercatat sudah mampu menghasilkan anakan hingga 2-3 kali.
Selain itu, lebih dari 6 ekor anakan sapi di antaranya juga telah dijual para peternak dengan persentase pembagian hasil 70-80 persen untuk peternak dan 20-30 persen untuk koperasi.
Diharapkan, melalui pemberdayaan di sektor peternakan ini warga desa dapat memiliki penghasilan tambahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka.