KUD SHS Mandiri Krambilsawit Tahun Ini Targetkan Penyelesaian Kredit Macet
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Krambilsawit, Saptosari, Gunung Kidul, menargetkan bisa menyelesaikan persoalan kredit macet unit usaha Modal Kita pada tahun 2022 ini.
Hal itu dilakukan dengan mengevaluasi dan mendata ulang seluruh anggota/nasabah pemanfaat Modal Kita, hingga melakukan penagihan tunggakan secara intensif kepada setiap anggota/nasabah yang mengalami persoalan kredit macet.
“Saat ini kita baru melakukan assessmen, baik dengan dinas maupun stakeholders lainnya. Rencana bulan Maret 2022 ini kita akan mulai menggeber penagihan bagi seluruh anggota yang masih menunggak,” ujar pengurus KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Antono Putra, belum lama ini.
Antono mengatakan, akibat pandemi Covid-19 KUD SHS Mandiri Krambilsawit mengalami kendala keuangan sebagaimana dialami banyak koperasi lainnya.
Hal ini disebabkan banyaknya anggota atau pemanfaat pinjaman usaha Modal Kita yang mengalami kredit macet setelah mereka kehilangan pekerjaan maupun penurunan penghasilan selama pandemi Covid-19.
Mayoritas sasaran penerima manfaat pinjaman modal usaha yang merupakan warga miskin, atau kelompok prasejahtera maupun sejahtera 1 dan 2, menjadi faktor lain yang turut memberatkan anggota untuk bisa bangkit setelah pandemi.
Sehingga, membuat usaha warga tersebut cenderung stagnan bahkan sebagian terjun bebas dan sulit untuk bisa bangkit.
Sebagaimana diketahui, melaui program Desa Cerdas Mandiri Lestari Yayasan Damandiri menetapkan Desa Krambilsawit di Saptosari Gunung Kidul sebagai desa binaan sejak tahun 2018.
Lewat program pemberdayaan ekonomi ini, Yayasan Damandiri menggelontorkan dana mencapai Rp2,97 miliar pada Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit.
Dana tersebut disalurkan koperasi ke seluruh anggota sebagai akses permodalan untuk membantu warga miskin dalam memulai dan mengembangkan usaha swadaya.
Diharapkan, melalui upaya ini perekonomian desa Krambilsawit dapat bergerak, yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan seluruh warga desa.
Pada awal pandemi atau awal tahun 2020 lalu, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit tercatat mampu memutar dan menyalurkan dana pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri hingga mencapai Rp4,741 miliar. Atau berkembang sekitar 37 persen dari modal awal yang digelontorkan sebanyak Rp2,97 miliar.
Jumlah warga desa anggota koperasi penerima manfaat sekaligus pelaku UKM yang mengakses pinjaman modal usaha ini juga tercatat meningkat hingga 400 persen dari saat awal program Desa Cerdas Mandiri Lestari dicanangkan.
Yakni, dari 315 orang pada tahun 2018 menjadi 1,258 orang pada tahun 2020.
Sayangnya, akibat pandemi Covid-19 lebih dari separuh nasabah diketahui mengalami persoalan kredit macet.
Meskipun jumlah tersebut secara perlahan terus menurun seiring mulai menurunnya tren pandemi Covid-19, serta mulai pulihnya kondisi ekonomi masyarakat.