Sekjen PBB Disedihkan Gempa Bumi Lombok

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres - Foto Istimewa

NEW YORK – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres sedih dengan banyaknya korban jiwa, cedera dan luasnya kerusakan, akibat gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Minggu (5/8/2018) lalu.

Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq menyebut, Guterres menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga korban, dan kepada rakyat serta Pemerintah Indonesia. “Ikut mendoakan yang cidera agar cepat sembuh,” tandasnya, Selasa (7/8/2018).

Dia menyebut, jika diperlukan, PBB siap mendukung upaya pertolongan dan penyelamatan yang sedang berlangsung. Gempa bumi dengan kekuatan 7,0 Skala Richter (SR) pada Minggu (5/8/2018) mengguncang NTB. Pusat gempa berada sekira 18 kilometer di sebelah barat-laut Kabupaten Lombok Timur, dan 15 kilometer di bawah tanah. Gempa tersebut telah menewaskan hampir 100 orang dan melukai lebih dari 200 orang lagi.

“Guncangan kuat juga dirasakan di Pulau Bali, yang berdekatan dan objek wisata terkenal, dan Provinsi Jawa Timur,” ungkap Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia.

Gempa tersebut tercatat menambah parah akibat dari gempa sebelumnya yang berkekuatan 6,4 SR. Gempa sebelumnya mengguncang pada 29 Juli dan menewaskan 17 orang, serta melukai lebih dari 350 orang. Indonesia rentan terhadap gempa, karena terletak di daerah rentan gempa yang dinamakan Lingkar Api Pasifik.

Masih pada Senin, Presiden Sidang Majelis Umum PBB Miroslav Lajcak mengatakan di akun Twitter-nya, ia mengikuti laporan yang berasal dari Indonesia dengan rasa keprihatinan besar. Dia ikut berdoa bersama Pemerintah Indonesia serta keluarga korban dan penyintas. (Ant)

Lihat juga...