Polres Langkat Dalami Kasus Dugaan Korupsi Oknum Guru

Ilustrasi -Dok: CDN
LANGKAT – Penyidik kepolisian dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, terus mendalami dan memeriksa kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan.
“Untuk sementara masih terus didalami kasusnya, dan menunggu gelar internal,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan, di Stabat, Rabu (15/8/2018).
Jika sudah selesai pemeriksaan terhadap semuanya, polisi akan menyampaikan hasilnya kepada wartawan yang mempertanyakan kasus tersebut.
Sementara itu dari berbagai tempat penelusuran yang dilakukan di Mapolres Langkat, terlihat beberapa orang yang diamankan dalam OTT tersebut ada yang diperiksa di ruangan Tipikor, ada juga yang masih menunggu di ruangan aula Mapolres.
Orang-orang yang menunggu di aula Mapolres Langkat itu dijaga personel polisi, agar tidak keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan di ruangan Unit Tipikor, ada beberapa orang yang sedang menjalani pemeriksaan di hadapan petugas penyidik kepolisian.
Sebelumnya, beredar informasi adanya OTT terhadap 11 orang yang diduga kepala sekolah dan operator sekolah di salah satu SD di Desa Marike, Kecamatan Kutambaru.
Lalu, sekitar pukul 12.30 WIB, orang-orang yang diduga kena OTT itu tiba di Mapolres Langkat, dan turun dari mobil yang langsung menuju ruangan aula Mapolres.
Salah seorang yang terkena OTT yang sempat ditemui ketika hendak melaksanakan salat duhur di Masjid Darussalam Mapolres Langkat, menyatakan dirinya hanya seorang operator komputer pengganti.
Jika diperdalam dari keterangan itu, maka OTT tersebut bisa berkaitan dengan pembuatan laporan sertifikasi guru, penggunaan dana BOS, atau penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK). (Ant)
Lihat juga...