Omzet Pedagang Es Meningkat Dua Kali Lipat
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Kebutuhan akan air dan minuman menyegarkan sebagai pelepas dahaga saat musim kemarau, menjadi peluang sekaligus berkah bagi para pelaku usaha minuman es di Lampung Selatan.
Aris Paslah (40), penjual minuman bubur sunsum asal Desa Kunjir, Kecamataan Rajabasa, mengaku penjualannya meningkat dua kali lipat di musim kemarau ini. Padahal, pada hari biasa dengan cuaca mendung, bahkan hujan, Aris Paslah hanya bisa menjual sekitar lima kilogram bubur sumsum.
Aris Paslah menjajakakan bubur sumsum dengan bahan utama tepung, santan kelapa, mutiara atau cenil warna-warni, gula merah dan es batu secara keliling menggunakan motor.
“Cuaca yang panas membuat warga ingin minum sesuatu yang menyegarkan. Salah satunya, bubur sumsum ditambah es batu yang menyegarkan, yang disukai oleh berbagai usia. Dari anak-anak hingga orang dewasa,” terang Aris Paslah, saat ditemui Cendana News, di Bakauheni, Selasa (31/7/2018).
Aris Paslah menyebut, dalam sehari bisa menjual sekitar seratus gelas es bubur sumsum ke sejumlah lokasi. Saat pagi hari, ia berjualan di sejumlah sekolah SD, SMP hingga SMA. Rata-rata porsi yang dibeli ukuran gelas kecil seharga Rp2.000, sesuai dengan kantong pelajar. Sementara untuk konsumen umum, dirinya juga menjual ukuran sedang seharga Rp3.000 serta ukuran besar seharga Rp5.000, menggunakan mangkuk.
