DKP Kulon Progo: Produksi Ikan Tidak Terpengaruh Gelombang Pasang
KULON PROGO — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan produksi ikan tangkap laut semester pertama 2018 tidak terpengaruh gelombang pasang di wilayah itu.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo Sudarna mengatakan, produksi perikanan tangkap laut semester I/2017 sebanyak 214,912 ton, sedangkan semester I/2018 sebanyak 220,936 ton, yang berarti ada kenaikan 2,80 persen.
“Gelombang besar yang terjadi saat ini tidak berpengaruh terhadap pencapaian target produksi karena sudah diprediksi dari pertengahan Juli hingga awal September adalah musim paceklik ikan dari tahun ke tahun. Artinya memang tiap tahun sudah seperti itu kejadiannya hanya saat ini gelombangnya lebih besar,” kata Sudarna di Kulon Progo, Minggu (29/7/2018).
Ia mengatakan produksi perikanan tangkap pada 2017 tercapai 1.747,25 ton atau 80,41 persen dari target kinerja 2.173 ton dan meningkat enam persen dari 2016 sebanyak 1.648,35 ton.
“Kami mentargetkan produksi perikanan tangkap 2018 mengalami kenaikan sebesar 15 persen hingga 20 persen dibandingkan produksi 2017 sebanyak 1.747,25 ton,” katanya.
Dia mengatakan DKP Kulon Progo juga membekali nelayan dengan berbagai pelatihan membuat jaring, navigasi, dan keterampilan memperbaiki mesin PMT. Sehingga sewaktu-waktu, ilmu atau keterampilan mereka dapat dimanfaatkan.
“Kami berikan pelatihan yang aplikatif supaya mereka semakih profesional menjadi nelayan,” katanya.
Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta DKP Kulon Progo benar-benar mendampingi nelayan kecil. Seperti diketahui, bahwa nelayan Kulon Progo mayoritas berlatar belakang petani.
“Selain memberikan bantuan sarana dan prasarana alat tangkap, DKP harus melalukan pendampingan kepada nelayan,” harapnya. [Ant]