Perbaikan Bahu Jalinsum Selesai Sebelum Lebaran

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera memperbaiki titik longsor di bahu Jalan Lingtas Sumatera (Jalinsum) KM 7 Bakauheni. Lokasi longsor yang terjadi sebulan tersebut, sejak sepekan terakhir sudah dipasang rambu peringatan oleh Satlantas Polres Lamsel dengan pemberian garis polisi dan water barrier.

Pengawas proyek pengerjaan perbaikan dari Kementerian PUPR Gunardi menyebut, perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pembuatan saluran drainase untuk membantu mengalirkan air tidak ke bahu jalan yang longsor. Rencananya drainase dan talud akan dibuat sepanjang 50 meter, lebar satu meter kedalaman 80 centimeter.

Gunardi, pengawas proyek pengerjaan akses bahu jalan longsor di Jalinsum [Foto: Henk Widi]
“Langkah pertama kita lakukan pembuatan drainase dengan alat berat untuk mengalirkan air yang bersumber dari mata air di dekat bahu jalan, selanjutnya dibuat talud agar lebih permanen,” terang Gunardi saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (5/6/2018).

Selain pembenahan drainase di bahu jalan sisi timur, juga akan dilakukan perbaikan talud bahu jalan longsor di sisi barat. Pengerjaan drainase, turap dan talud akan diselesaikan selama sepuluh hari atau selesai tiga hari sebelum lebaran. Pengerjaan akan dikebut sehingga titik longsor tidak membahayakan saat dilalui pada arus mudik mendatang.

Gunardi optimis perbaikan bahu jalan bisa dipercepat karena cuaca cukup mendukung. “Cuaca cukup mendukung sehingga pengerjaan talud bisa kita kebut tanpa ada kendala hujan terutama di titik longsor,” tandas Gunardi.

Sebelumnya, hujan deras yang melanda sebagian wilayah Lampung Selatan berimbas pada bangunan talud penahan jalan di Jalinsum KM 7 Bakauheni longsor. Tepatnya di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Mengantisipasi pengendara terperosok dan kemungkinan akses jalan semakin longsor, Polsek Penengahan dan Koramil 03/Penengahan memberi tanda bahaya di sekitar lokasi longsor. (Baca :https://www.cendananews.com/2018/05/lampung-selatan-hujan-jalinsum-km-07-longsor.html).

Area longsor selebar 15 meter dengan kedalaman sekira enam meter tersebut, terjadi di bahu jalan nasional yang dibangun dengan sistem rabat beton. longsor terjadi karena gerusan air tersebut,  bahu jalan yang semula memiliki panjang lima meter kini hanya tersisa tanah selebar satu meter.

Selama sepekan terakhir titik longsor diberi tanda peringatan oleh Satlantas Polres Lamsel dengan banner peringatan bahaya longsor. Titik longsor tersebut menjadi perhatian Dinas Perhubungan Provinsi Lampung karena berada tak jauh dari pintu keluar interchange Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di gerbang tol Bakauheni Utara. Kepadatan di pintu masuk pintu tol dikuatirkan akan menambah beban di titik longsor sehingga perbaikan segera dilakukan.

Lihat juga...