Dokter Diadili Atas Skandal Bayi Curian di Spanyol
MADRID – Seorang dokter kebidanan berusia 85 tahun di Spanyol diadili pada Selasa (26/6/2018). Dokter tersebut dituduh menculik bayi pada 1969 dan menyerahkannya ke orang lain.
Ia menjadi orang pertama yang dituntut atas skandal mencuri bayi, yang mempengaruhi ribuan orang selama kekuasaan Jenderal Francisco Franco. Pegiat mengenakan kaos kuning dan menyanyikan Kami ingin keadilan! berunjuk rasa di luar pengadilan Madrid menuntut pembukaan kembali perkara lain.
Disebut-sebut banyak terjadi pelanggaran hukum saat kediktatoran sayap kanan memerintah di 1939 hingga 1975. Pegiat mengatakan, pejabat mengambil bayi dari ibu tidak sesuai, sering anggota komunis atau kiri, dan memberikan mereka ke keluarga terhubung dengan penguasa. Mereka menyatakan itu berlanjut setelah kematian Franco hingga 1980-an.
Eduardo Vela dituduh memalsukan dokumen, menculik anak-anak di bawah tujuh tahun dan memalsukan kelahiran saat ia bekerja di rumah sakit San Ramon di Madrid yang sekarang sudah ditutup. Namun Dia menyangkal melakukan pelanggaran.
Yang melakukan dakwaan adalah Ines Madrigal. Vela dituduh memalsukan akte kelahirannya pada 1969. Madrigal, yang diberitahu ibunya pada usia 18 tahun bahwa ia anak angkat, curiga tentang latar belakangnya setelah membaca tulisan koran tentang bayi curian sekitar delapan tahun lalu. “Itu membuat bulu di lenganku berdiri seperti paku,” katanya.
Vela, yang lemah dan berjuang untuk mendengar pertanyaan kepadanya di pengadilan, menolak menyerahkan bayi itu dan menyangkal bahwa tanda tangan di akta kelahiran Madrigal adalah miliknya. “Saya tidak pernah memberikan bayi kepada siapa pun,” katanya.
Pada satu dasawarsa lalu, hakim Spanyol Baltasar Garzon mencatat perkara sekira 30.000 anak-anak Spanyol, yang diambil saat lahir dalam pemerintahan Franco. Garzon dilarang duduk di pengadilan pada 2012 karena penyadapan gelap dan tidak lagi bertindak sebagai hakim di Spanyol.
Perkara itu menggemakan peristiwa selama kediktatoran militer pada 1976-1983 di Argentina, tempat pengadilan menjatuhkan hukuman penjara panjang untuk pencurian terpola atas bayi dari tahanan politik. Pegiat menyatakan ratusan perkara serupa gagal masuk pengadilan di Spanyol karena kekurangan bukti atau karena batas waktu untuk mengajukan perkara telah berlalu. (Ant)