YDGRK Salurkan Dana Bantuan Korban Puting Beliung di Yogyakarta
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Hingga kini, sejumlah rumah di wilayah RW 20 Kampung Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, masih belum diperbaiki dari kerusakan akibat bencana puting beliung yang melanda kawasan tersebut, pada 24 April, lalu.
Ketidakmampuan ekonomi membuat sebagian warga, tak dapat segera memperbaiki atap rumahnya yang terbengkalai akibat puting beliung.
Ketua RW setempat, Kasmin Priyatmojo, mengatakan, ada 39 rumah rusak di bagian atap akibat bencana puting beliung itu, termasuk Sekolah Pembangunan Masyarakat Desa ‘APMD’. Meski jumlahnya belum mencukupi, namun bantuan dari berbagai pihak telah mengalir.
“Saat ini, kami juga sedang menunggu pencairan bantuan dari pemerintah kota yang katanya akan disalurkan dalam bentuk barang”, katanya, usai penerimaan simbolis bantuan sejumlah dana dari Yayasan Dana Gotong Royong dan Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto (YDGRK), di kampung setempat, Sabtu (12/5/2018).
Serah terima bantuan dana dari YDGRK tersebut dilakukan oleh bendahara yayasan, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), didampingi sekretaris yayasan, Mohammad Yarman. Penyaluran dana bantuan dilakukan di sela kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di kampung itu, oleh Titiek Soeharto, sebagai bagian dari tugasnya sebagai anggota DPR-MPR RI.
“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini, bisa bermanfaat dan membantu warga di sini, yang rumahnya terkena musibah puting beliung,” kata Titiek Soeharto.
Putri Presiden Soeharto ini dalam sambutannya juga menjelaskan, bahwa YDGRK yang didirikan atas prakarasa Ibu Tien Soeharto pada 1986, ditujukan untuk membantu korban bencana alam.
Sejak didirikan hingga sekarang, telah disalurkan bantuan kepada korban bencana sebanyak 1.031 kejadian di seluruh Tanah Air, senilai Rp56 miliar.
Sekretaris YDGRK, Mohammad Yarman, menambahkan, yayasan ini memang didirikan oleh Ibu Tien Soeharto dan HM Soeharto, yang dikhususkan untuk membantu para korban bencana alam.
Waktu itu, katanya, pada 1986, HM Soeharto mengumpulkan para pengusaha dan dermawan di Istana Bogor untuk diketuk hatinya, agar bersedia menyisihkan sejumlah hartanya untuk dikumpulkan dan diperuntukkan sebagai dana bantuan korban bencana alam, yang saat itu keuangan negara belum mampu.
“Sejak awal berdiri dengan dana yang didepositokan sebesar Rp11 miliar, kita ambil bunganya untuk dana bantuan korban bencana alam, dan hingga kini deposito mencapai sekitar Rp90 miliar. Bunganya terus digunakan untuk bantuan korban bencana alam dan sebagian untuk biaya operasional yayasan,” pungkasnya.