Warung Damandiri Desa Tamanmartani Usung Konsep Kafe Rakyat

Editor: Irvan Syafari

YOGYAKARTA — Meski berubah dari warung sembako menjadi kafe modern, Warung Damandiri yang berada di Desa Mandiri Lestari Tamanmartani Prambanan Sleman Yogyakarta nyatanya tetap mengedepankan kearifan lokal dalam menjalankan usaha.

Hal itu dibuktikan dengan konsep pengelolaan Warung Kopi atau Kafe Damandiri, yang sengaja dibuat sebagai kafe rakyat. Menurut Manajer Koperasi Tamanmartani Sejahtera selalu pengelola Warung Damandiri, Maimunah, Kafe Damandiri hanya menjual berbagai produk makanan atau minuman tradisional dengan harga terjangkau.

Tak hanya itu saja, jika biasanya sebuah kafe modern buka hingga larut malam, Kafe Damandiri menyesuaikan waktu operasi sesuai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat yakni maksimal pukul 23.00 WIB. Selain agar tidak mengganggu warga sekitar, hal itu juga dilakukan untuk mengedukasi pengunjung khususnya generasi muda.

“Sebagai kafe rakyat kita hanya menjual produk makanan atau minuman tradisional yang harganya terjangkau semua kalangan seperti kopi, wedang uwuh, teh tarik, singkong keju, pisang coklat, tempe mendoan dan sebagainya. Kita juga hanya buka maksimal sampai pukul 22.30-23.00 WIB, karena menyesuaikan dengan budaya kearifan lokal setempat,” katanya.

Tak sekedar mencari keuntungan dengan pengelolaan koperasi, kafe ini juga memberikan kesempatan bagi warga desa untuk membuka usaha di sekitarnya. Sedikitnya dua buah gerobak disediakan bagi warga sekitar untuk berjualan.

“Dua warga saat ini ikut berjualan di sini. Produknya pun berupa makanan tradisional, yakni bakmi jawa dan sego wader dan iwak kali. Mereka tidak menyewa, hanya saja lima persen keuntungan per hari nanti akan masuk kas koperasi sebagai fee,” katanya.

Lihat juga...