TdS 2018 di Sumbar Melalui Kerinci Jambi

Editor: Irvan syafari

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit-Foto: M. Noli Hendra.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat perdana untuk persiapan event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2018. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyatakan bahwa untuk TdS 2018 ada yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini kemungkinan tidak hanya melalui 18 kabupaten dan kota di Sumbar saja, tapi juga melalui Kerinci Provinsi Jambi,” kata Nasrul, Senin (23/4/2018).

Untuk rute ke Kerinci ini, nantinya akan melalui mulai dari pusat pemerintahan di Kabupaten Solok Selatan menuju ke Sungai Penuh Kerinci, lalu menuju ke Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

Ia menyebutkan, khusus untuk rute Solok Selatan-Kerinci itu, saat ini perlu dibahas teknisnya, untuk mengetahui panjang rutenya dan kondisi jalan. Untuk itu sampai saat ini rute perjalanannya itu belum bisa dipastikan lagi.

Adanya rute ke Kerinci Provinsi Jambi itu merupakan permintaan dari pemerintah daerah setempat, yang menginginkan agar Kerinci ikut menjadi bagian rute TdS 2018. Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak mempersoalkan hal yang disampaikan oleh pemerintah di Kerinci.

“Tidak ada yang kita permasalahkan dengan adanya nanti rute ke Kerinci Jambi. Karena dengan adanya rute etape ke Kerinci, akan membuat hal baru di TdS 2018 ini,” tegasnya.

Nasrul menilai, TdS 2018 yang merupakan TdS ke 10 yang diselengarakan di Sumbar, merupakan upaya pemerintah dalam hal mempromosikan wisata di Sumbar. Tidak hanya wisata alam, tetapi juga wisata kuliner.

Untuk itu, TdS tetap diselenggarakan setiap tahunnya, karena turut memberikan dampak ekonomi yang bagus bagi Sumbar. Ungkapan yang disampaikan oleh Wagub Sumbar itu, turut ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung.

Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy mengatakan dalam penyelenggaraan TdS perlu diperkirkan dampak jangka panjang terhadap perekonomian daerah dari diselenggarakannya TdS tersebut.

“Saya berharap pemerintah provinsi bisa melakukan cara supaya dampak dari diselengarakannya TdS di Sumbar, tidak hanya habis sehari acara selesai. Tetapi bagaimana dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Para pebalap Tour de Singkarak 2017 saat finish di etape I yang berada di kawasan wisata Pantai Padang-Foto: M. Noli Hendra.

Apalagi dengan minimnya bantuan dana dari Kementerian Pariwisata pada tahun 2018 untuk diselenggarakannya TdS. Pada  2018 ini,  anggarannya Rp400 juta. Sisa kebutuhan dana lainnya tentu perlu ditambah dari anggaran di kabupaten dan kota.

“Kita di daerah tentu siap bersama-sama membantu anggaran untuk terselenggarakannya TdS. Tapi kita berharap, dampak ekonominya itu tidak sesat, tapi perlu dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” harapnya.

Lihat juga...