Hajatan Ketua Bawaslu Kulon Progo, Hadiahkan Suvenir “Maklumat Cinta”  

KULON PROGO — Sebuah momen langka yang memadukan khidmatnya prosesi pernikahan, hangatnya jalinan birokrasi, dan indahnya nuansa literasi tersaji di Kulon Progo. Sastrawan kawakan yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, M.Si, sukses menggelar hajat mantu pada akhir bulan Dzulhijah kemarin.

Acara sakral ini menarik perhatian publik karena pemilihan suvenirnya yang tidak biasa, yakni sebuah buku kumpulan puisi berjudul “Maklumat Cinta”. Selain suvenir, yang menarik perhatian tamu undangan adalah pintu gerbang lokasi acara dengan menggunakan simbol Wisma Aksara.

Prosesi akad nikah sekaligus resepsi pernikahan tersebut digelar pada hari Minggu, 14 Juni 2026 lalu. Acara berpusat di Wisma Aksara, yang beralamat di Jalan Kiai Bathok Bolu, Maesan, Wahyuharjo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Marwanto menikahkan putri tercintanya, Inayatun Nawangsih Weninginggalih, yang resmi dipersunting oleh pemuda pujaan hatinya, Guardianaka Tazkial Afkar, seorang mempelai pria asal Lamongan, Jawa Timur.

Misi Literasi Melalui Suvenir Pernikahan

Ditemui di sela-sela acara, Marwanto mengungkapkan alasan mendalam di balik pemilihan buku puisi “Maklumat Cinta” sebagai buah tangan bagi para tamu. Sebagai seorang sastrawan, ia memandang momentum pernikahan ini sebagai ruang strategis untuk membumikan karya sastra.

“Maksud menggunakan buku puisi sebagai suvenir pernikahan putri kami adalah untuk lebih mendekatkan sastra pada masyarakat luas. Ini juga menjadi salah satu ikhtiar kami untuk menggairahkan kembali aktivitas literasi di tengah kehidupan sehari-hari,” ujar Marwanto.

Lebih dari sekadar idealisme pribadi, pemilihan buku ini ternyata juga menjadi bentuk penghormatan emosional kepada keluarga besar mempelai laki-laki. Diketahui, almarhumah ibu dari Guardianakan Tazkial Afkar, Nasyiatul Aisyiah, semasa hidupnya merupakan seorang pendidik sekaligus penulis yang aktif di Lamongan.

“Kami ingin suvenir pernikahan ini tidak hanya sekadar menjadi pajangan yang memiliki kenangan visual, tetapi juga bisa mengandung makna mendalam yang tak habis-habisnya dicerna, dibaca, dan dipelajari oleh siapa pun yang menerimanya,” tambah sastrawan yang baru saja menerima penghargaan sebagai Sastrawan yang  Telah Berkarya Lebih dari 25 Tahun dari Kementrian Pendidian Dasar dan Menengah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Dihadiri Lintas Tokoh: Dari Pejabat, Akademisi, hingga Budayawan

Perhelatan yang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan ini menjadi magnet berkumpulnya ratusan tokoh penting. Mulai dari instansi pemerintah, legislatif, jajaran penyelenggara pemilu, dunia akademis, hingga komunitas seniman dan budayawan turut hadir memberikan restu.

Dari jajaran pemerintahan dan legislatif, tampak hadir Wali Kota Yogyakarta dr. Hasto Wardoyo, istri Bupati Kulon Progo Nuraini Mufida, Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifudin, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Triyono beserta sejumlah jajaran Kepala Dinas dan mantan Anggota DPD DRI Hafid Asrom yang mengirimkan karangan bunga.

Sebagai tokoh kunci di dunia kepemiluan, kehadiran rekan sejawat Marwanto juga sangat kental. Terlihat Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib (sekaligus sebagai saksi ijab kobul dari mempelai wanita), Ketua KPU DIY Ahmad Sidqi, serta mantan Staf Ahli Bawaslu RI Masykurudin Hafiz. Hadir pula Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DIY Hazwan Iskandar Jaya, dan Anggota Komisi Informasi Daerah (KID) DIY Wawan Budiyanto.

Nuansa religius dan akademis pun terasa sangat kuat dengan kehadiran Rektor UNU Yogyakarta Fahmi Akbar Idries, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Gugun Al-Guyani, Ketua Baznas Kulon Progo Alfanuha Yushida, serta mantan Ketua MUI Kulon Progo H. Wasiludin. Tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) juga tampak memadati kursi undangan, di antaranya Rais Syuriah PCNU Kulon Progo KH Syaifudin, Rais Syuriah PCNU Bantul KH Damanhuri, dan Ketua PCNU Kulon Progo Lukman Hakim Fathul Huda.

Hangatnya Ruang Seni di Wisma Aksara

Sesuai dengan nama tempatnya, Wisma Aksara benar-benar menjelma menjadi panggung kebudayaan hari itu. Sejumlah seniman dan sastrawan terkemuka Yogyakarta hadir menyemarakkan suasana. Di antaranya Ketua Dewan Kebudayaan Kulon Progo Umar Sanusi, mantan Ketua Dewan Kebudayaan Kulon Progo Imam Syafii, serta dua sastrawan dan penyair senior, Marjudin Suaeb dan Satmoko Budi Santoso.

Perpaduan antara prosesi adat Jawa yang adiluhung, kehadiran para pejabat publik, serta obrolan-obrolan hangat khas para budayawan membuat pernikahan Inayatun dan Guardian akan terasa begitu hidup. Lewat untaian bait “Maklumat Cinta”, hajat mantu sang Ketua Bawaslu ini berhasil meninggalkan rekam jejak yang indah —sebuah pernikahan yang tidak hanya mempersatukan dua insan dan dua daerah, tetapi juga merayakan ilmu, cinta, dan literasi.

 

Lihat juga...