Parade Puisi Muharram “Syair & Syiar”, Hadirkan Sastra, Spiritualitas, dan Santunan bagi Santri Yatim Duafa

Sleman, Yogyakarta — Semangat Muharram sebagai momentum hijrah, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan akan diwujudkan dalam sebuah perhelatan budaya dan spiritual bertajuk Parade Puisi Muharram “SYAIR & SYIAR” yang akan digelar pada Kamis, 25 Juni 2026, pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di LKSA Sasana Kreatif Mandiri, Jl. Waru 73 Kav. 3-4 Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Mengusung tema “Curahan Rindu dan Kasih Sayang pada Santri Pembelajar Fi Sabilillah”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara sastra, dakwah, dan kepedulian sosial. Melalui puisi dan syair, para penyair, budayawan, pegiat literasi, tokoh masyarakat, serta para santri akan bersama-sama menghadirkan refleksi tentang makna Muharram sebagai bulan yang mengajarkan keteguhan, cinta kasih, dan pengabdian kepada sesama.

Parade Puisi Muharram ini akan menghadirkan sejumlah tokoh yang dikenal aktif dalam dunia sastra, budaya, pendidikan, dan dakwah, di antaranya KH Nasruddin Anshoriy (Pengasuh Pon Pes Ilmu Giri Imogiri), Nyadi Kasmoredjo (Sesepuh Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Sleman), Toto Sugiharto (Penyair dan Novelis), Ummi Azzura Wijana (Forum Sastra Jawa Tengah), Kang Acep Yonny (Pendongeng), Ki Tono Hadi (Mbah Kaum Nyentrik), Kang Teguh Monolog,, Gus Abdurrahman Azzuhdi (Petani Tembakau Milenial), serta para santri Sasana Kreaif Mandiri yang akan turut membacakan karya-karya puisi bertema spiritualitas, kemanusiaan, dan kecintaan kepada ilmu pengetahuan.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati datangnya bulan Muharram, tetapi juga menjadi media untuk menghidupkan tradisi literasi di lingkungan masyarakat dan pesantren. Puisi dipandang sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral, nilai-nilai keagamaan, dan semangat kebangsaan dengan bahasa yang indah dan menyentuh hati.

Selain pembacaan puisi, acara ini juga akan diisi dengan doa bersama, refleksi Muharram, silaturahmi lintas komunitas, serta pemberian santunan kepada santri yatim, piatu, dan dhuafa yang menjadi binaan berbagai lembaga sosial dan pendidikan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Santunan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang sedang menempuh pendidikan dan perjuangan hidup di tengah berbagai keterbatasan.

Panitia berharap kegiatan ini mampu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna, sekaligus menjadi pengingat bahwa Muharram bukan hanya perayaan pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, memperluas empati, dan menumbuhkan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui tema “Curahan Rindu dan Kasih Sayang pada Santri Pembelajar Fi Sabilillah”, penyelenggara ingin mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral maupun material kepada para santri yang dengan tekun menuntut ilmu agama dan pengetahuan umum demi masa depan yang lebih baik. Kehadiran para penyair dan tokoh budaya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai literasi, mengembangkan kreativitas, serta menjadikan seni sebagai jalan menebarkan kebaikan.

Parade Puisi Muharram “SYAIR & SYIAR” terbuka bagi masyarakat umum, pegiat sastra, komunitas literasi, kalangan akademisi, pengasuh pesantren, aktivis sosial, dan seluruh pecinta budaya. Dengan memadukan kekuatan kata, doa, dan kepedulian sosial, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam menumbuhkan peradaban yang berakar pada ilmu, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Ketika syair menjadi syiar, dan puisi menjadi jalan berbagi, maka kata-kata tidak hanya dibaca, tetapi juga menjelma menjadi cinta yang menghidupkan harapan.” Bagi warga dan masyarakat umum yang ingin berbagi, bisa menghubungi kontak person 085293437797.

Lihat juga...