Pacu Kegemaran Menulis Berbasis Pengalaman Pribadi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SITUBONDO – Kegiatan menulis bisa saja menjadi sesuatu yang tidak mudah dilakukan semua orang. Seringkali, topik pembahasan yang akan dituangkan menggunakan tinta pena mengalami kebuntuan, sulit dikembangkan. Namun, komunitas literasi di Situbondo, Jawa Timur, ini, mampu mengembangkan bakat menulis anak.
Mohammad Farhan, guru SMA 1 Situbondo yang juga pegiat literasi mengatakan, bersama komunitas literasi yang bernama Takanta, yang dia bangun sejak tahun 2017 lalu, ternyata mampu menjadi rumah kreatif bagi setiap anak yang memiliki bakat menulis.
“Selama empat tahun komunitas literasi tersebut berdiri, saya justru jarang memberikan teknik atau cara penulisan tertentu kepada setiap anggota. Mereka, para anggota, justru mampu mengembangkan karya tulis yang dibuatnya dengan belajar sendiri,” ujar Mohammad Farhan kepada Cendana News, di Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Kamis (12/8/2021).
Farhan menambahkan, setiap anak sejatinya memiliki kemampuan dasar menulis. Hanya saja, selama ini belum tentu memiliki ruang guna menyalurkan bakatnya dalam bidang menulis.
“Ini potensi besar anak-anak yang memiliki kemampuan menulis. Apalagi di Situbondo masih sangat minim potensi menulis. Kami menyadari hal itu. Maka, kami berupaya menjadi teman kreatif, menjadi fasilitator bagi mereka, agar bakat menulis semakin meningkat,” jelasnya.
Resep membangun minat menulis pada anak, Farhan mengaku, dimulai dengan hal yang sederhana, yaitu menuliskan pengalaman pribadi yang pernah dialami. Karena itu lebih memudahkan anak membangun narasi tulisan yang dapat dikembangkan.
“Selama PPKM ini kami juga membatasi aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Komunikasi kami dibangun melalui chat wa grup. Walaupun keadaan pandemi, kita aktif mendorong anak tetap menulis. Salah satunya, kami mengimbau untuk menulis aktivitas mereka masing-masing. Upaya ini kami lakukan agar mereka tetap produktif menulis,” ujarnya.
Farhan menyebutkan, antusias anak muda di Situbondo dalam menulis cukup tinggi. Awal mula, komunitas yang dirinya bangun bernama Komunitas Penulis Muda Situbondo, dengan para pegiat seperti para mahasiswa maupun anak didik tingkat Sekolah Menengah Atas.
“Hasil karya tulisan yang ada bermacam-macam, ada opini, cerpen, puisi, esai dan karya tulisan lain. Hal ini bertujuan bahwa tidak ada batasan tertentu, karya apa yang ingin dihasilkan,” tandasnya.
Terpisah, anggota lain dari komunitas Takanta, Bella mengatakan, Takanta memang menaungi minat dan bakat tulis anak muda agar senantiasa produktif. Jika ada karya yang lahir bisa diapresiasi yang lain atau dikirim ke media.

“Semua yang tergabung di komunitas literasi Takanta, aktif menghasilkan ide kreatif yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Sampai tahun keempat ini, produktivitas karya tulisan terus meningkat,” ungkapnya.