Sastrawan Satmoko Budi Santoso Terbitkan Kumpulan Cerpen “Puzzle Joko Pinurbo” dengan Kata Pengantar Akiko Iwata
BANTUL – Sastrawan Satmoko Budi Santoso kembali menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul Puzzle Joko Pinurbo.
Kumpulan cerpen yang bertitimangsa terbit pada Juli 2025 tersebut merupakan cerpen-cerpen humor tentang sosok penyair Joko Pinurbo.
Kepada Dwipa News Satmoko Budi Santoso menjelaskan, kumpulan cerpen terbaru ini merupakan cerpen eksperimental.

Misalnya pendekatan penulisannya berupa cerpen singkat. Dalam khazanah sastra Indonesia dikenal adanya pentigraf atau cerpen tiga paragraf.
“Memang tidak semuanya tepat tiga paragraf. Namun yang pasti intinya cerpen singkat. Ada juga yang hanya satu paragraf. Ada juga yang empat, lima, enam, atau tujuh paragraf,” papar Satmoko Budi Santoso, Selasa (15/7/2025).
Kumpulan cerpen setebal 110 halaman dengan penerbit Gapura Publishing Yogya itu ditulis Satmoko Budi Santoso saat mendengar Joko Pinurbo mulai sakit.
Beberapa ada yang pernah dikirimkan melalui pesan WA kepada Joko Pinurbo, dimaksudkan untuk menghibur.

Beberapa lainnya pernah juga dimuat di media massa misalnya di koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.
“Tak sengaja ternyata jadi banyak juga, maka akhirnya saya bukukan,” ungkap Satmoko Budi Santoso.
Sebenarnya buku ini diharapkan bisa sampai di tangan Joko Pinurbo sebelum meninggal dunia.
“Namun ternyata bahkan baru bisa terbit sekarang,” tukas Satmoko Budi Santoso.
Memang, Satmoko Budi Santoso mengenal Joko Pinurbo sejak awal tahun 2000-an.
Saat itu, Joko Pinurbo bekerja di kantor penerbit buku Grasindo Jakarta yang mempunyai cabang di Yogyakarta.
“Beberapa kali saya pernah main ke kantor beliau. Saya merasa banyak berutang budi karena selain beliau memberi kesempatan saya menulis di majalah Matabaca yang beliau kelola, beliau juga pernah merekomendasi kumpulan cerpen saya Perempuan Bersampan Cadik hingga diterbitkan Grasindo pada 2004,” pungkas Satmoko Budi Santoso.
Satmoko Budi Santoso juga menganggap kumpulan cerpen terbaru ini merupakan bagian dari ziarah kebudayaan, ziarah imajiner kepada sosok Joko Pinurbo.
Satmoko Budi Santoso juga mengucapkan terima kasih kepada Akiko Iwata, dosen Fakultas Bahasa Asing, Universitas Meijo, Nagoya, Jepang yang telah memberi kata pengantar pada buku tersebut.
Atas peran Akiko Iwata juga, cerpen-cerpen Satmoko Budi Santoso yang bertema keris dan wayang pernah menjadi bahan pembelajaran lintas budaya untuk warga Jepang.
Sejauh ini, memang sudah banyak buku fiksi yang ditulis Satmoko Budi Santoso dan ia pun sudah menerima berbagai penghargaan di antaranya dari Pusat Perbukuan Depdiknas (2008), Balai Bahasa Yogya (2012), dan Anugerah Kebudayaan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X (2024).
Karya-karya Satmoko Budi Santoso juga sudah ada yang diterjemahkan.
Misalnya diterjemahkan dalam bahasa Inggris untuk acara Ubud Writers and Readers Festival di Bali (2010) dan untuk buku antologi Menagerie 7 yang diterbitkan Lontar Foundation Jakarta (2011).
Selain itu cerpennya juga pernah diterjemahkan dalam bahasa Slovenia dan terbit di jurnal Sodobnost (2017). ***