KPAI Bekasi Minta Orangtua Dukung Vaksinasi Anak untuk Pelaksanaan PTM
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta orangtua siswa mendukung vaksinasi anak. Hal tersebut untuk menyokong pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah Bekasi bisa digelar bertahap mulai September ini.
“Sampai hari ini, vaksinasi anak di Kota Bekasi masih di bawah 40 persen. Sementara target ambang batas harus di atas 60 persen,” ungkap Aris, Ketua KPAI Kota Bekasi, kepada Cendana News, Kamis (12/8/2021).
Dikatakan, kendala di lapangan masih ada sebagian orangtua siswa masih mendapatkan informasi sepihak terkait vaksin bagi anak hingga menimbulkan kekhawatiran. Sementara pihak sekolah tidak bisa memaksakan anak harus ikut vaksin tanpa persetujuan orangtua.

Untuk tingkat partisipasi vaksin di Kota Bekasi, jelas Aris, dari hasil monitoring dengan Dinas Pendidikan di lapangan diketahui selama ini vaksinasi masih didominasi oleh sekolah negeri. Padahal jika target vaksinasi anak terpenuhi pada akhir Agustus ini, September-Oktober bisa memulai PTM secara bertahap.
“Vaksinasi anak di Kota Bekasi ini, masih didominasi sekolah negeri. Sekolah swasta seperti yayasan keagamaan tertentu seperti masih ragu, dengan berbagai alasan,” jelas Aris.
Menurutnya, KPAI Kota Bekasi mendukung sekolah tatap muka digelar dengan kriteria tidak memaksakan ke wali murid masuk ke sekolah langsung serentak. Kriteria lainnya sekolah juga harus melakukan monitoring kesehatan siswa juga di rumahnya.
“Misalkan satu rombel ada 32 tentu tidak langsung serentak melainkan bertahap. Simulasi tersebut sebenarnya untuk Kota Bekasi sudah khatam karena telah beberapa kali dilaksanakan, bahkan jumlah sudah ratusan sekolah mengajukan, tapi terkendala karena ada peningkatan tiga bulan terakhir ini,” jelas Aris.
Harapannya saat ini orangtua siswa tingkat SMP atau SMA di Kota Bekasi semua bisa memahami demi kepentingan pendidikan, kesehatan anak karena satu hal bahwa vaksinasi itu penting.
Aris mengatakan saat ini capaian vaksinasi anak di Kota Bekasi masih rendah, karena belum semua informasi tentang vaksin ditangkap informasinya dengan utuh hanya dari satu sumber saja. Sehingga masih ada beberapa orangtua yang masih belum mengizinkan anaknya untuk divaksin.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini sesuai informasi dari Kementerian Kesehatan bahwa vaksin sudah aman bagi ibu hamil. Kedepannya diharapkan akan hadir vaksin untuk usia di bawah 12 tahun.
Kepala SMPN 7 Kota Bekasi Sukamto, melaporkan bahwa sekolahnya telah menggelar vaksinasi bagi siswanya untuk tahap pertama. Sekolah tersebut mewajibkan siswa dengan mengisi formulir berisikan data diri yang disediakan oleh wali kelas melalui daring/online serta orangtua wajib menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk persetujuan kepada anak-anaknya untuk dapat divaksin.
“Kami sediakan formulir kepada siswa/siswi secara online semua yang mengikuti memang benar-benar belum divaksin serta yang sudah berumur 12 sampai 17 tahun.” jelas Sukamto.
Proses vaksinasinya pun sama harus melewati proses skrinning/pemeriksaan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan dokter sebelum dinyatakan lolos untuk pemberian vaksin.