75 Peserta Pelatihan Suling Terapi Rasakan Manfaat Suling Bambu untuk Kesehatan

Sleman – Aryani Abdul Razak (68) menderita sakit batuk sejak 2006. Walaupun sudah minum obat batuk, namun tak kunjung sembuh. Dokter pernah memeriksa dan memberikan rujukan agar Aryani diperiksa bagian penyakit dalam untuk diketahui keadaan organ paru-parunya.

Sebaliknya, pada saat diperiksa, hasilnya: paru-parunya sehat. Darahnya juga pernah diperiksa untuk dicek apakah ada alergi. Hasilnya nihil.

“Saya dirujuk ke penyakit dalam. Ternyata batuk saya yang sudah 20 tahun ini akibat dari asam lambung. Nah, tadi saya merasa lega di dada dan terasa batuknya berkurang.

Alhamdulillah,” ucap Aryani.

Kesaksian Aryani disampaikan usai dia mengikuti Pelatihan Suling Terapi untuk asma, vertigo, dan asam lambung dalam “Suling Agawe Healing” yang diinisiasi seniman suling bambu, Agus Budi Nugroho alias Agus Patub BN, Sabtu (6/6/2026) pagi di Taman Lansia Ceria, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Pagi itu, dimulai dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, Aryani bersama 74 orang mengikuti kegiatan sebagai peserta.

Suling untuk terapi di Taman Lansia Ceria, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Foto: Ist

 

Dikatakan Aryani, dia merasakan manfaat dari kegiatan tersebut, antara lain batuknya sudah berkurang. Selama ini dia memang masih kontrol ke bagian penyakit dalam. Dengan berkurangnya keluhan batuk, dia akan melanjutkan latihan secara mandiri di rumah.

“Semoga dengan saya latihan di rumah saya bisa sembuh total. Aamiin,” cetusnya.

Kesaksian serupa disampaikan Syifa Amelia. Pegiat Dompet Dhuafa Bantul, Yogyakarta ini juga merasakan kemanfaatan dari terapi suling. Sebelum mengikuti terapi, dia merasakan kepalanya pusing. Dia juga merasa mudah cemas. Sebaliknya, seusai mengikuti “Suling Agawe Healing”, dia merasa lebih tenang dan rileks.

“Biarpun pagi tadi saya tidak memiliki keluhan asma, asam lambung ataupun vertigo. Tapi, tadi pagi saya sedikit pusing. Alhamdulillah sekarang membaik. Saya juga termasuk seseorang yang mudah cemas, Pak. Tapi, Alhamdulillah, sejak terapi tadi pagi saya merasa lebih tenang dan rileks hari ini.

Ilmu yang diberikan oleh Pak Agus sangat bermanfaat untuk saya dan akan terus saya coba untuk berlatih,” ujarnya.

Aryani dan Syifa merupakan dua orang dari sejumlah 75 peserta Pelatihan Suling Terapi “Suling Agawe Healing” yang diinisiasi oleh Agus Budi Nugroho alias Agus Patub BN. Kegiatan yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan untuk kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif (PPKI) dan subkategori seniman perseorangan tersebut sebagai hasil riset Agus yang dimulai 2011 dan 2017 saat mengalami sesak nafas akibat faktor lain, seperti ginjal.

Selain itu, pada 2020 saat pandemi COVID-19 merebak, Agus juga sempat terinfeksi dan berikhtiar menyembuhkan diri dengan metode suling untuk terapi. Agus kemudian menemukan metode terapi dengan suling bambu tiga lubang. Penemuan tersebut berkaitan dengan tiga organ terkait pernafasan, yaitu, perut, dada, dan diafragma. Suling bambu tiga lubang diperlukan sebagai alat terapi, minimal untuk mengurangi keluhan karena prosesnya berkaitan langsung dengan unsur pernafasan dan organ yang digunakan.

Pegiat komunitas suling bambu Nusantara. Foto: Ist

 

“Awal pakai suling lubang tiga, saya menggeh-menggeh (terengah-engah). Metode terapi dengan suling ini untuk mengurangi keluhan. Hari kedua saya lanjutkan. Total, tiga hari tiga malam. Akhirnya sembuh. Pakai suling memang ada pengaruhnya,” terang Agus.

Sebagai seniman dengan kompetensi instrumen musik suling bambu, Agus Budi Nugroho telah melaksanakan program Seniman mengajar, tiga kali berurutan, di antaranya di Natuna, Kepulauan Riau (2017), Toraja Utara, Sulawesi Selatan (2018), dan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (2019). Agus juga pernah melaksanakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek di SMAN 1 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah (2018) dan SMPN 1 Prembun, Kebumen, Jawa Tengah (2019).

Selain itu, Agus juga lolos program Dana Indonesiana LPDP Kemendikbudristek bertajuk “The Sound of Pawon” (2023) dan lolos program yang sama di tahun 2025 yang dilaksanakan tahun 2026 ini bertajuk “Suling Agawe Healing”. Mulai 2026 nama lembaganya menjadi Dana Indonesianaraya oleh Kementerian Kebudayaan. Agus juga mendirikan dan mengelola Komunitas Suling Bambu Nusantara sejak 2004 dengan anggota terdiri dari berbagai profesi dan karier. []

Lihat juga...