TMII-Pepadi Bersinergi dalam Merayakan HUT
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Dalam rangka memperingati HUT ke 47, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) akan mengadakan pergelaran wayang kulit Gaya Bayumasan dan Yogyakarta di Plaza Tugu Api Pancasila selama dua malam pada 13-14 April 2018 mendatang.
Ketua Umum Pepadi, Kondang Sutrisno mengatakan, HUT ke 47 Pepadi bersamaan dengan HUT ke 43 TMII yakni di bulan April ini. Hanya saja, sebut dia, tanggalnya yang beda. Yakni, Pepadi pada 14 April, sedangkan TMII tanggal 20 April.
“Gelaran wayang Gaya Bayumasan dan Yogyakarta ini sinergi kemeriahan HUT TMII dan Pepadi,” kata Kondang kepada Cendana News di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Jakarta, Selasa (9/4/2018).
Pergelaran wayang kulit dua malam itu, jelas Kondang, Pepadi akan menampilkan duet dalang wayang kulit Bayumasan Ki Eko Suwaryo dan Ki Wartun dalam lakon bertajuk “Wahyu Cakraningrat” pada Jumat (13/4/2018) malam. Adapun malam puncaknya pada Sabtu (14/4/2018) menampilkan wayang kulit Yogyakarta, dalang Ki Seno Sugroho dengan lakon “Bagong Duta”.
Menurutnya, Pepadi menyambut baik pesta seni budaya nusantara yang digelar TMII dengan menggandeng berbagai pihak. Gelaran wayang kulit ini pun, kata Kondang, mendapat dukungan penuh. Sehingga sifatnya saling menguntungkan dalam upaya pengembangan dan pelestarian budaya bangsa.
“Pepadi dan TMII itu bisa diibaratkan anak dan bapak. TMII itu bapaknya, sedangkan Pepadi anaknya. Kami saling sinergi dalam pelestarian budaya bangsa,” kata Kondang.
Pada gelaran wayang kulit dua malam tersebut, disampaikan Kondang, rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para pejabat negara lainnya. Antara lain Kepala Staf Kepresidenan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko, Kepala BNN Irjen Pol Heru Winarko, Kapolri Tito Karnavian, dan lainnya.
Kondang berharap terus mendapat dukungan. Dukungan itu pun telah dibuktikan dengan gelaran wayang setiap bulannya di Candi Bentar TMII. Selain itu, Festival Dalang Bocah pada November 2017 lalu dan pada September 2018 ini akan digelar Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda di TMII.
“TMII memfasilitasi PEPADI untuk melakukan event-event tertentu di luar HUT. Kami diberikan peluang, ini sangat kami rasakan,” kata Kondang.
Selain pergelaran wayang kulit, lanjut dia, Pepadi juga akan menggelar Sarasehan Dalang Nasional bertema “Qua Vadis PEPADI” di Hotel Santika TMII, pada Sabtu (14/4/2018).
Sarasehan yang akan dihadiri 18 provinsi ini menghadirkan Staf Ahli Menteri Pariwisata, Taufik Rahzen; Rektor Universitas Lampung dan Ketua Pepadi Provinsi Lampung, Sugeng; dan Dosen ISI Surakarta, Ki Purbo Asmoro; Budayawan M Sobaro; dengan moderator Y.Sudarko Prawiroyudo.
Selain itu, tambah Kondang, pada Sabtu (21/4/2018) ditampilkan pergelaran wayang kulit lakon ” Pandewo Tani” dengan dalang Ki Mantab Soedharsono.
Pada HUT ke 47 Pepadi, Kondang berharap dalam pelestarian budaya, pihaknya bisa berbuat lebih banyak lagi terhadap bangsa. Bisa bersinergi dengan berbagai pihak dalam hal edukasi, mengingat pentingnya membangun karakter bangsa yang dihantui berbagai tantangan.
Salah satunya, adalah narkoba yang sangat membahayakan. Menurut Kondang, edukasi bisa disisipkan dalam cerita wayang.
Contohnya, kata Kondang, gelaran wayang kulit pada Sabtu (21/4/2018) lakon “Pendowo Tani”. Ini mengedukasi tentang kemakmuran pangan. “Nah, itulah luwesnya wayang bisa dibawa ke mana saja. Yang penting jangan meninggalkan etika adi luhurnya daripada wayang,” ujarnya.
Dia menegaskan, program-program Pepadi yang dijalankan sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang diputuskan dalam Munas Pepadi. Pertama, pergelaran; kedua, sarasehan dan ketiga, diklat.
“Diklat ini termasuk festival dalang muda dan bocah yang wajib dijalankan oleh Pepadi. Alhamdulillah festival ini didukung oleh TMII,” ujarnya.
Pepadi, lanjut dia, akan terus mendorong seniman-seniman bisa tampil maksimal di area yang bisa pelestarian budaya ini berjalan. Terkhusus TMII, Kondang menyambut baik gelaran pesta seni budaya HUT ke 43 TMII bersinergi dengan Pepadi dan pihak lainnya.