Rumah Nelayan Kuala Jaya Roboh Ditabrak KM Inka Mina 333

Editor: irvan Syafari

LAMPUNG — Dampak banjir Sungai Way Sekampung di perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur membuat sebuah rumah roboh akibat tertabrak KM Inka Mina 333.

Menurut Hamid (70), salah satu warga RT 03 Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung robohnya rumah akibat tertabrak hanyutnya kapal tersebut terjadi pada Rabu dini hari (14/3). sekitar pukul 01.00 saat ia dan keluarganya tidur.

Imbas tertabraknya rumah oleh KM Inka Mina 333, rumah geribik bambu, beratapkan asbes dan berpenopang kayu menjadi miring. Beberapa tiang penopang yang roboh terpaksa diganti dengan kayu yang baru untuk menghindari rumah miliknya roboh.

Bangunan rumah dengan ukuran 4×8 meter tersebut miring pada bagian kamar dan ruang tamu. Kapal milik dengan logo Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung tersebut diduga putus pada bagian tali dan terhanyut menabrak rumahnya.

“Saat kejadian saya sedang tidur dan kaget karena ada benturan sangat keras dan saya langsung memeriksa kondisi rumah yang bagian asbesnya rontok akibat tertabrak kapal yang saya lihat sudah kandas di bagian muara sungai,” terang Hamid saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (15/3/2018)

Imbas kerusakan rumah tersebut Hamid mengaku segera melakukam perbaikan sementara dengan kayu kaso dan bambu sebagai penopang. Selanjutnya Hamid melakukan proses perbaikan pada bagian kamar, yang ditutupi dengan triplek dan geribik bambu.

Sebanyak dua kodi asbes pada bagian beranda rumah yang menghadap sungai disebutnya sudah hanyut akibat tertabrak kapal Inka Mina 333 yang hanyut tersebut.

Hamid menyebut masih trauma dengan kejadian tertabraknya rumah oleh KM Inka Mina 333 yang hanyut akibat banjir Sungai Way Sekampung. Sementara waktu Hamid sudah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dusun atas musibah kerusakan rumah yang dialaminya. Bagian rumah yang hancur tertabrak KM Inka Mina 333 belum diperbaiki karena belum membeli bahan bangunan untuk perbaikan.

Terkait peristiwa tertabraknya rumah warga oleh KM Inka Mina 333 yang hanyut, Ahmad Rizal (43) selaku aparat dusun sekaligus Ketua Kelompok Nelayan Usaha Baru mengaku tengah mendata kerusakan.

Ia menyebut, akibat tertabrak kapal yang hanyut tersebut kondisi rumah milik Hamid sudah miring dan perlu dilakukan perbaikan menyeluruh. Jika tidak dilakukan perbaikan, ia kuatir rumah tersebut roboh dan berharap pihak terkait pemilik dan penanggungjawab KM Inka Mina 333 mau membantu proses perbaikan kerusakan rumah warga.

“Kami tidak tahu kapal ini dikelola oleh siapa yang kami tahu kapal ini ditambatkan di dekat jembatan kembar dan menabrak rumah warga,” papar Rizal.

Selain merusak rumah pasca menabrak rumah KM Inka Mina 333 juga menabrak kapal jenis kasko milik warga yang ditambatkan. Beruntung kapal bisa diselamatkan, sementara KM Inka Mina 333 yang hanyut terdampar di alur masuk dan keluar muara Sungai Way Sekampung.

Selaku aparat di dusun tersebut ia menyebut akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan meminta pertanggungjawaban penanggungjawab KMP Inka Mina 333.

Selain akibat kerusakan rumah warga, kapal tersebut harus segera disingkirkan akibat mengganggu alur masuk dan keluar kapal tradisional milik nelayan di muara Sungai Way Sekampung. Hingga kini belum ada pihak terkait yang melihat kondisi kapal KM Inka Mina 333 yang hanyut dan menabrak rumah warga di Kuala Jaya tersebut.

“Jika tidak segera ditarik atau disingkirkan dari alur masuk dan keluar perahu tradisional dikuatirkan KM Inka Mina 333 akan hanyut ke laut dan tenggelam apalagi di bagian dalam sudah kemasukan air,” tutur Rizal.

Pantauan Cendana News, KM Inka Mina 333 yang masih terdampar di alur masuk pada bagian tali jangkar sudah putus. Selain itu pada beberapa bagian mengalami kerusakan akibat benturan dengan rumah warga.

KM Inka Mina 333 terdampar di alur masuk muara Sungai Way Sekampung di Dusun Kuala Jaya Kecamatan Sragi -Foto: Henk Widi.

Beberapa bagian dalam KM Inka Mina 333 bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut tampak mengalami kerusakan. Sejumlah perahu nelayan terpaksa menghindari lokasi terdamparnya kapal dengan panjang lebih dari 10 meter tersebut menghindari tabrakan.

Lihat juga...