Posdaya Sideman Berdayakan Warga Daerah Penyangga Ibukota Kabupaten

Editor: Mahadeva WS

YOGYAKARTA — Terletak tak jauh dari pusat ibukota kabupaten, Dusun Sideman, Giripeni, Wates, menjadikannya sebagai salah satu daerah penyangga kota Wates yang merupakan Ibukota Kulonprogo. Secara teritori, Sideman terbagi menjadi tiga wilayah RW dan tujuh RT.

Meski memiliki luas wilayah 80 hektar, Dusun Sideman terbilang memiliki penduduk yang cukup padat. Tercatat ada 350 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di tempat tersebut. Mayoritas penduduk dusun Sideman bekerja sebagai petani, buruh maupun pedagang.

Posisinya yang dilewati sungai Serang dengan banyaknya pemukiman, menjadikan masalah lingkungan sebagai problem utama dusun tersebut. Tak hanya itu, persoalan lain yang dihadapi a

Pengurus Posdaya Sideman Asri sekaligus Kepala Dusun Sideman, Yustina – Foto Jatmika H Kusmargana

dalah lemahnya perekonomian warga. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya rumah warga yang belum layak huni serta minimnya penghasilan masyarakat dusun.

Berdiri sejak 2013 lalu, Posdaya Sideman Asri, terus berupaya menjawab berbagai tantangan persoalan sosial warga Dusun Sideman tersebut. Melalui sinergi dengan sejumlah pihak seperti pemerintah, perguruan tinggi negeri maupun swasta, Posdaya Sideman Asri tak henti melakukan berbagai upaya pemberdayaan warganya lewat sejumlah program.

Di bidang lingkungan, Posdaya Sideman Asri berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah dan kotoran di sungai. Kegiatan dilakukan lewat gerakan kecil melalui anak-anak dan generasi muda. Mereka rutin melakukan kegiatan bersih kampung dan bersih sungai setiap beberapa bulan sekali.

Program tersebut bersinergi dengan program Kawasan Tanpa Kumuh. Posdaya Sideman Asri juga mengubah kawasan tepi sungai yang kumuh menjadi taman bermain anak-anak. Mereka juga melakukan deklarasi gerakan tidak membuang kotoran di sungai, bersama dusun sekitar se Kelurahan Giripeni.

“Kita juga mendirikan bank sampah, guna mengelola sampah yang dihasilkan warga. Yakni dengan menjualnya ke pengepul, untuk kemudian hasilnya dibagikan ke warga,” kata pengurus Posdaya Sideman Asri sekaligus Kepala Dusun Sideman, Yustina.

Di bidang pendidikan, Posdaya Sideman Asri, aktif melakukan pemberdayaan bagi warga khususnya anak-anak dan generasi muda lewat pendidikan formal yang ada seperti PAUD. Mereka juga membentuk semacam sanggar untuk memberikan pelajaran di luar sekolah menyangkut berbagai macam hal.

“Sanggar ini berisi anak-anak SD, sementara pengelolanya adalah para pemuda SMA dan remaja masjid. Kita rutin melakukan berbagai kegiatan baik di bidang lingkungan, pertanian, budaya dan kesenian,” tambahnya.

Satu yang menarik dari kegiatan sanggar adalah anak-anak diajarkan mengenal dan menyelami dunia pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga dusun secara turun-temurun. Pengenalan dilakukan melalui media wayang sawah yang ada di tetangga dusun.

Di bidang kesehatan, Posdaya Sideman Asri aktif menggelar kegiatan pemberdayaan rutin. Upaya dilakukan bersama dengan program posyandu balita, posyandu lansia, bina keluarga remaja, dan kegiatan lainnya. “Kita juga rutin menggelar kegiatan senam bersama. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari warga sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memaksimalkan potensi ekonomi yang ada di dusun seperti usaha susu kedelai, peyek, kerajinan enceng gondok, katering. Posdaya Sideman Asri rutin menggelar berbagai macam pelatihan kewirausahaan bagi warganya. Pelatihan tersebut untuk menambah ketrampilan dan kemampuan dalam menciptakan maupun memanajemen kegiatan usaha.

Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Posdaya Sideman Asri juga memanfaatkan sejumlah program pemerintah untuk membantu kondisi ekonomi warganya. Seperti misalnya dalam mewujudkan rumah layak huni bagi warganya.

“Dulu banyak rumah warga yang masih belum layak hini. Namun berkat sejumlah program bedah rumah baik dari pemerintah maupun dana CSR swasta, kini hampir sudah tidak ada lagi rumah warga yang tidak layak huni. Terutama untuk lantai dan dindingnya, untuk atap masih ada beberapa yang kurang,” pungkasnya.

Lihat juga...