Inseminasi Buatan Bagi Sapi di Sikka Rugikan Peternak
Editor: irvan Syafari
MAUMERE –— Program Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melalui bidang peternakan bagi sapi sangat merugikan peternak. Program ini tidak berhasil membuat sapi menjadi bunting dan melahirkan anak yang dikatakan sebagai bibit unggul.
“Inseminasi buatan sejak 2015 hingga 2017 membuat masyarakat khususnya peternak merasa sangat dirugikan dengan adanya program ini,” tegas Damianus Adu warga desa Watumilok Rabu (7/2/2018).
Dikatakan Damianus, sapi betina miliknya berjumlah dua ekor pada 2015 mengikuti program inseminasi buatan tidak kunjung bunting dan melahirkan anak.Sebelumnya ketika dikawinkan dengan sapi lokal selalu bunting dan melahirkan anak.
“Pada 2017 sapi saya 2 ekor yang juga mengikuti program inseminasi buatan,juga tidak berhasil. Lebih baik peternak diberikan ternak unggulan sebab pasti sapinya bunting dan melahirkan anak, dibandingkan dengan program inseminasi buatan yang tidak jelas hasilnya,”sesalnya.
Hampir seluruh peternak di Watumilok yang sapinya mengikuti program ini kata Damianus,tidak berhasil. Ada seorang peternak di Watumilok membeli sapi hasil IB jenis Limosin dan dia kawinkan dengan 20 ekor sapi betina tapi semua sapi tersebut tidak bunting dan melahirkan.
“Saya merasa dirugikan dengan program ini sekitar 30 juta rupiah sebab 4 sapi saya mengikuti program ini tidak berhasil. Coba kalau saya kawinkan saja dengan sapi lain pasti sudah menghasilkan 4 ekor anak sapi,” terangnya.
Damianus sarankan ke bupati Sikka,kalau boleh dinas Pertanian Sikka siapkan bibit unggul sapi lokal ataukah datangkan sapi unggul dari Bali. Sapi tersebut dibagikan ke peternak dimana satu desa mendapat satu atau dua ekor sapi agar bisa dikawinkan dengan sapi lokal dan dijamin pasti bunting dan melahirkan.
Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dalam kesempatan tersebut mengatakan, program inseminasi buatan ini dilakukan pada ternak sapi dan akan disampaikan ke Dinas Pertanian agar bisa dijelaskan kepada para peternak.
Memang usulan untuk mendatangkan sapi jantan unggul agar dibagikan ke desa kata Ansar sangat bermanfaat dan akan diperhatikan pemerintah usulan ini dan ditindaklanjuti ke depannya.
“Nanti saya akan tanyakan kepada Dinas Pertanian yang membawahi bidang peternakan agar bisa diketahui permasalahan ini supaya segera disampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.