Warung Desa Klaten Sokong Perputaran Ekonomi Pedesaan

LAMPUNG – Keberadaan warung desa milik Desa Klaten yang sudah berdiri sejak dua tahun terakhir membuat kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut mudah terpenuhi, tanpa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke sejumlah pasar tradisional.

Eva Rianti (21) selaku salah satu pengelola warung desa yang merupakan bentuk usaha milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dikelola oleh desa, bersumber dari dana desa.

Warung desa disebutnya menyediakan beberapa kebutuhan ibu rumah tangga di antaranya bumbu dapur, susu, sabun cuci, makanan dan minuman ringan hingga air mineral.

Keberadaan warung desa yang memiliki lokasi strategis di dekat sekolah SD hingga SMA dan perkantoran pemerintah disebutnya membuat usaha penjualan alat tulis kantor dan fasilitas mesin foto copy, scan, laminating, cetak foto, dan jasa pengetikan terus berkembang.

“Awalnya barang yang kami jual jumlahnya sedikit, namun sebagai usaha kecil pedesaan yang merupakan bentuk usaha yang dimiliki Bumdes Klaten maka terus kami kembangkan seiring dengan saran dari masyarakat,” terang Eva Rianti, salah satu pengelola warung desa Klaten Kecamatan Penengahan, saat ditemui Cendana News tengah melayani pembeli, Selasa (9/1/2018).

Sebagian warga memenuhi kebutuhan sehari hari dengan membeli di warung desa [Foto: Henk Widi]
Eva Rianti mengungkapkan, pada awal dibentuk Bumdes dalam bentuk warung desa tersebut, dibuat untuk menampung beragam hasil kerajinan usaha kecil menengah di wilayah desa setempat di antaranya kerajinan makanan kerupuk dan keripik.

Setelah mengalami perkembangan jumlah item yang dijual semakin bertambah. Keberadaan warung tersebut juga semakin dikenal, bahkan warung desa Klaten mampu merambah penjualan sepatu yang merupakan titipan dari perajin sepatu.

Usaha kecil warung desa dan Bumdes tersebut bergerak dalam usaha perdagangan serta jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada jauh dari ibu kota kecamatan. Pemilihan warung desa disebutnya juga tidak mengganggu usaha warung lain milik warga karena usaha jasa foto copy serta alat tulis kantor belum ada di wilayah tersebut.

“Usaha kecil warung desa memang banyak di wilayah ini, namun ini jenis warung desa yang dibuat oleh desa untuk memenuhi permintaan masyarakat terutama di lingkungan sekolah,” bebernya.

Ia memastikan, semenjak didirikan, warung desa tersebut menjadi rujukan bagi masyarakat di wilayah tersebut. Dominasi pemanfaatan jasa mesin foto copy cukup membantu sejumlah siswa dan guru yang ada di wilayah tersebut.

Barang barang keperluan siswa sekolah menjadi andalan warung desa Klaten [Foto: Henk Widi]
Eva Rianti juga menyebut, sebagai usaha kecil salah satu kendala yang dihadapi adalah keberadaan toko waralaba yang mulai menjamur di wilayah tersebut. Meski sejumlah toko waralaba yang ada menjual barang dengan harga yang sama, namun sebagian masyarakat memilih berbelanja di toko waralaba.

Peran serta aparat desa yang saat ini dipimpin oleh Joniamsyah cukup besar. Ia adalah kepala desa yang memberi imbauan kepada masyarakat untuk ikut memajukan warung desa dengan belanja ke warung desa terdekat.

Selain berbelanja di warung desa bagi masyarakat, pihak desa juga memberi kesempatan pemilik usaha kecil makanan ringan untuk dijual di warung desa yang berkonsep dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat tersebut. Hal itu berdampak semakin lancarnya perputaran ekonomi di desa tersebut.

Sebagian sepatu hasil produksi perajin dari wilayah lain ikut dijual di warung desa Klaten [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...